Selasa, 23 Oktober 2012

"Bukan Jarak Pembunuhnya. Tapi Kita lah Pelakunya."

blogs, ini salah satu puisi atau kata-kata yang menurut gue keren banget. rasanya bener-bener dari hati pembuatnya. okay then, enjoy :)


sumber: Shitlicious.com.

  "Bukan Jarak Pembunuhnya. Tapi Kita lah Pelakunya."
karya @shitlicious
 
"Dari kamu aku belajar tentang keberanian..
Bersamamu aku berani membuat keputusan..
Karena kamu aku bisa mengalahkan keangkuhan..
Dan demi kamu juga aku berani melakukan pengorbanan..

Aku ingat hal-hal bodoh yang pernah ku lakukan dulu..
Mengendap-endap di toko emas buat beli cincin tanpa sepengetahuan kamu..
Sampe ibu-ibu penjaga toko meneriakiku..
Tapi itu semua tertebus oleh sebuah tangisan haru..

Aku ingat saat pertama aku memelukmu..
Sengaja lama-lama aku ciumi pundakmu..
Seakan-akan aku bisa menghirup aroma bebanmu di situ..
Saat itu lah aku merasa menjadi pria berguna bagimu..

Tapi aku sadar, hidup ini mungkin terlalu panjang untuk cerita cinta kita..
Aku sadar, masa lalu biarlah menjadi nostalgia..
Aku hargai keputusanmu untuk menutup bab terakhir cerita kita..
Aku yakin, ini memang saatnya kamu membiarkanku sendiri menghadapi dunia..
Karena hanya kamu yang bisa benar-benar mengenaliku apa adanya..

Awalnya, aku mengira jarak lah yang patut disalahkan..
Tapi sekarang aku mengerti, kita lah yang layak dipertanyakan..
Mungkinkah cinta ini hanya sekedar selingan?
Atau cinta ini layak dibawa hingga akhir kehidupan?

Aku percaya jarak tak pernah salah..
Aku percaya jarak tak mampu membuat cinta musnah..
Aku percaya jarak tak pernah jahat..
Aku percaya jarak justru mendidik kita jadi pasangan yang hebat..

Tapi tampaknya kini kau menyerah..
Dan aku pun tak bisa melawan atau menebar amarah..
Karena kisah ini berawal dengan pertemuan yang indah..
Aku tak ingin semuanya diakhiri dengan rasa gelisah..

Aku ikhlas melepaskanmu..
Akan ku ceritakan kisah kita kepada anak-cucuku..
Agar mereka tau, aku pernah menghidupi kisah cinta sehebat itu..
Agar mereka sadar, cinta itu tak hanya sekedar "aku mencintaimu"..

Selamat tinggal cinta..
Terima kasih untuk pelajarannya..
Aku tak pernah berfikir ini semua sia-sia..
Justru kisah ini membuatku semakin dewasa..
Untuk menyikapi ceritaku di bab berikutnya..

Sampai jumpa di hari yang lebih mulia..
Mungkin saat ini kita adalah dua tokoh utama di dalam film yang berbeda.."

Jumat, 19 Oktober 2012

''Cerita Tentang Diriku''







 

















sumber: sealonline.com


ini salah satu game online yang gue mainin dulu. dan ini cerita versi komik. agak sedih tapi keren. enjoy :)



Rabu, 26 September 2012

Sayap - sayap patah

Di sini.. Akhirnya aku di sini..
Kembali ku hadapkan wajahku menengadah..
Berlari lelah dengan segala langkah goyah..
Jejak-jejak ku membekas merah di tanah..
Berpijak penuh peluh, penuh darah..
Di sinilah aku..
Berdiri teguh di kaki langit..
Menahan segala sakit dan berusaha untuk bangkit..
Mencoba membentangkan sayap-sayap patah ku..
Berharap ia dapat membawa ku terbang bersamamu..
Menembus awan menjangkau purnama..
Membawa angan berpadu mega..
Bermimpi kita akan bertemu disana..
Berpadu bahagia dalam luasnya angkasa..
Tapi apalah daya..
Semua percuma..
Ini hanyalah sayap-sayap patah!
Tiada lagi warna putih nan indah..
Sayap-sayap ku kini berukir merah darah..
------------------------------------------------
Wahai engkau yang telah berdiri di ujung sana..
Di sinilah kami menyertaimu dengan do'a..
Janganlah engkau sedih pun gundah..
Karena esok kan kau lihat fajar merekah..
Wahai engkau yang telah berdiri di ujung sana..
Janganlah engkau takut pun ragu..
Janganlah engkau gelisah dengan takdirmu..
Karena esok engkau akan terbang menyusuri langit biru..
Wahai engkau yang telah berdiri di ujung sana..
bentangkanlah sayap-sayap rapuh itu..
sekali pun ia tak akan menjangkau langit..
kehadirannya membuat kami bangkit..
Wahai engkau pemilik sayap-sayap patah..
Di ujung sana impianmu menunggu..
Tiadalah hari tanpa ia bermimpi tentangmu..
Terbanglah! wahai engkau pemilik sayap-sayap patah..
Walau aku tidak akan pernah menjadi sepertimu..
Setidaknya aku akan menjadi sayap-sayapmu..
------------------------------------------------

Final Debut!!!!!!!

Assalamu'alaikum blogs :)
Kita sharing lagi yuk.
Gue mau sharing tentang kompetisi olimpiade kemarin. Kalau sebelumnya tentang latihan, sekarang kompetisinya. Oiya, ini akan jadi postingan terakhir gue tentang perjalanan olimpiade astronomi. Jadi duduk manis dan baca aja ya...
Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke XI tahun ini diadakan di Jakarta. Tahun lalu diadakan di Manado. Gara-gara tahun lalu gue nggak ikut, jadi gue nggak kebagian naik pesawat gratis -_-.
Selama olimpiade ini gue mendapat dukungan penuh dari sahabat-sahabat, teman-teman, keluarga, guru, dan yang lainnya. Gue semangat? Nggak -_-. Yang ada malah beban banget. Karena gue gak mau ngecewain mereka. tapi sebenernya gue juga udah capek sama olimpiade ini. Capek banget. Dan ingin segera berakhir.
Hari keberangkatannya itu tgl 2 september. Dan olimpiadenya dilaksanakan hingga tgl 7 september. Selama itu gue tinggal di Hotel Kaisar.
tanggal 2 gue ke sekolah dulu buat dianterin sama guru. Terus gue pamitan sebentar sama seorang teman di situ. Seorang teman yang nggak mau ngegelarin karpet merah buat gue -_-.
Setelah siap kami nggak langsung ke Hotel Kaisar. Seluruh pemenang di Banten dikumpulin di UNIS Tangsel. Dikasih pengarahan di situ. Gue ketemu wajah-wajah yang familiar. Ada Hilman sama Adli. Udah tau kan mereka siapa? Gak usah dibahas ya.
Gue memperhatikan wajah peserta di sekeliling gue. Mereka tampak Briliant! Kecuali si Adli yang malah celingak-celinguk petakilan -_-.
Di UNIS ini gue dikasih amplop dari pihak sekolah. Tentu saja isinya money. Yah kurang begitu penting sih.
Lanjut, setelah beres, kami foto bersama dan segera berangkat menggunakan bus provinsi. eh tapi Hotel untuk peserta ini ada 2. Yang pelajaran Mipa di Kartika, yang Non-Mipa di Kaisar. Nah, pertama ke hotel Kartika. Selama perjalanan, kami dibagiin tas, jaket, baju, topi, dan amplop berisi uang. Sama dapet makanan juga. barang-barang ini sangat lumayan untuk menambah barang bawaan gue -_-. Selama perjalanan itu juga sebagian besar peserta tidur, sebagian yang lain belajar -___-. Kenapa mereka harus belajar di depan kami?! Kenapaaaaaaa...!!!! *kameradiarahkankelangit*.
Pokoknya gitu.
Terus begitu sampai di hotel Kaisar, kami turun. Yang Mipa udah duluan di Kartika. gue registrasi dulu ke panitianya. Disana sudah menunggu peserta dari provinsi lain. Dan muka mereka..... Bener-bener muka orang berpendidikan -_-. Nyebelin. Gue ngedown lagi ahahaha. Cemen ya? Biarin.
oiya lupa ngasih tau, guru fisika gue ikut sebagai pembimbing. Tapi guru pembimbing itu beda hotel sama peserta.


Bandung, one more time!

assalamualaikum bloooooogs! :D
Fiuuuh.. Lama sekali nggak posting ya. Ya kalian taulah, gue sibuk OSN.
Tapi sekarang sudah selesai.
Ada banyak hal seru yang gue alami selama pelatihan dan kompetisi osn itu sendiri. Jadi gue mau share hal-hal tentang osn yang udah gue alami.
Ready? Lets begin!
semua diawali ketika pelatihan di Bandung. Tepatnya di BPP Wisma Kartini. Daerah terpencil di tengah kota. Wismanya lebih bagus dari pelatihan osp di Darutauhid. Di sini gue ketemu sama mahdi, hilman, dedy yang dulu latihan di Darutauhid. Olim astronomi disini ada 13 orang. Gue, mahdi, hilman, albert, qelly, yusuf, nadi, adit, sharah, agnes, renata, stepany, sama seorang guru geografi. Ntah bagaimana dia bisa ikut latihan di sini. Eh iya, gue memperkenalkan diri sebagai Arya, bukan adit. Tapi tetep aja gue dipanggil Dewa -_-.
singkat cerita, pelatihan osn di sini jauh lebih susah dari pelatihan osp. Yaiyalah -_-. di sini pertama kalinya gue mulai menghafal nama-nama bintang, bentuk rasi, wilayah langit, tebak-tebakan jarak bintang, dan banyak lagi. Kegiatan favorit gue selama di sini adalah..... Mengamati bintang. Romantis loh. Kalau malam atau subuh itu biasanya gue keluar.
menatap langit. Mengimajinasikan titik terang di langit malam. Berharap dapat kutemukan wajah cantikmu dalam rangkaian bintang-bintang itu. Tapi sayang seribu sayang... Yang kutemukan adalah wajah banteng -_-. Dasar Taurus -_-.
Nah, jadi gue merangkai bintang-bintang itu dan menebak rasi apa yang sedang gue amati.
Selain itu, di sini juga latihan soal segala macam. Asli, capek banget. Bukan capek fisik, tapi capek otak. Apalagi ngeliat teman-teman yang belajar seharian, bahkan ketika jam pelatihan telah selesai. Bikin ngedown banget.
Terus ada kejadian gue di kunciin juga -_-. Salah gue sendiri sih. Waktu itu abis sharing sama olim biologi. Udah jam 10 malem pas gue mau masuk ke kamar, gue ngeliat mahdi lagi belajar di ruang kelas sendirian. Karena gak tega, Akhirnya gue temenin. Kami belajar sampai jam 1 lewat! setelah lelah, kami kembali ke kamar masing-masing.
Gue ke kamar. Ceklek! ''.......... Yah dikunciin...'' langsung panik. Si mahdi udah ke kamarnya. Akhirnya gue kejar dan tidur di kamarnya. Dan alhasil, semalaman itu gue tidur di lantai kamarnya dan kedinginan -_-. Untungnya gak mimpiin wajahnya taurus -_-.
Terus disini juga ada latihan pengolahan data. Sumpah, ini nyebelin banget! Pembahasan 1 soalnya aja bisa 3 jam! Bayangin!! pengolahan data itu sejenis sama statistika matematika yang ada mean,median,modus,simpangan baku itu loh. Tapi ini jauh lebih sulit. Jangan dibahas ya..
Baik, selain itu, ada juga latihan praktek. Iya, kami meneropong dengan teleskop. Pada malam hari, kami pergi ke ITB. Disana ada pengarahan sebentar lalu kami diizinkan meneropong. Teropongnya jauh lebih besar dibanding sedotan es teh manis -_-. Oke. Abaikan.
Pokoknya teropongnya besar.
Kami bergantian mengamati bintang. Kebanyakan sih ngamatin bintang Vega di rasi Lyra. Gue ngamatin Deneb dari rasi Cygnus. masa bintangnya bergerak gitu pas diliat pake teropong. Jadi bintangnya yang keliatan di teleskop itu cuma bisa beberapa detik. Karena bintangnya keliatan bergerak, berpindah tempat. Tapi bintang yang kami lihat sih tetep hanya berupa titik. Kecuali kalau kami melihat bintang ganda. Gini, bintang ganda ini adalah 2 bintang yang berdekatan. Kita cuma bisa ngeliat 1 kalau pake mata normal. Tapi kalau pakai teleskop, kita bisa ngeliat 2. Tapi tetep aja cuma titik.
Terus waktu pengamatan itu kan lagi bulan Gibous (bulan benjol). Jadi kami juga mengamati permukaan bulan. Dan karena jarak bulan jauh lebih dekat ketimbang bintang, kami dapat melihat permukaannya yang berkawah bekas meteor. Keren banget! Warnanya keemasan akibat pantulan sinar matahari. Kalian bisa ngeliat lubang semacam goa di sana. Tapi tetap saja, nggak ada wajahmu di sana -_-. sayang sekali, waktu pelatihan gak ada yang bisa digombalin. Tapi nggak apa-apa, suata saat mungkin kalian akan melihat bintang itu bersama gue. Eksklusif loh.
Selain pengamatan, gue juga sempet nyasar ke BIP. Ceritanya gue pengen jalan pagi gara-gara capek mikir. Jadi gue refreshing. gue berangkat jalan kaki sendirian. Jam 6 kurang. sambil dengerin lagu biar lebih relax. langkah demi langkah gue jalani. Hingga akhirnya gue kejauhan. Gue tersesat dan tak tau arah jalan pulang. tapi gue nggak terjatuh. Gue juga nggak tenggelam. Gue juga gak punya luka dalam. Dan gue juga udah mandi, jadi gak ada butiran debu di badan gue -_-.
Gue menelusuri BIP (bandung indah plaza) hingga ke taman lalu lintas. Gue nanya jalan ke tukang pasir, tukang gorengan, sama ke polisi. Yang ngasih taunya bener cuma polisi. Yasudah akhirnya kami pulang. Sekali lagi, gue nggak ketemu cewek yang seumuran yang bisa diajak nyasar bareng. So hard to find. Surely.
Pokoknya kegiatan kami disini ya makan, tidur, belajar, pengamatan. Dan sisanya gak penting.
seminggu pelatihan dari tgl 22 sampai 29 agustus. Ini mulai dari sebelum masuk sekolah loh. Jadi gue belom ketemu sama temen-temen sekelas. Kangen deh, tapi gue gak mau pulang. yah walaupun akhirnya tetep pulang sih.
Yah sekian tentang pelatihan osn di bandung. Maaf bila gaya penulisan posting kali ini kurang rapih. Just enjoy it, okay?
see you...

Sabtu, 18 Agustus 2012

selamat idul fitri!

Blogs!!!! halo halo halo :D Happy new year!! Eh salah, selamat hari raya idul fitri, blogs :) Minal aidin wal faidzin ya, wahai readers sekalian :) Assalamu'alaikum! Special night. takbir telah berkumandang, suara petasan dimana-mana, suara perut tidak lagi terdengar. Yak yak setelah 29 hari berpuasa, kini kita menyambut hari kemenangan. Oke, lebaran ini identik dengan maaf-maafan kan ya? Jadi gue mau minta maaf dari lubuk hati di kedalaman 6400 km *jari-jari bumi* -_-. Maaf ya blogs, kalau banyak yang tersinggung dari postingan selama ini. Sungguh itu salah Urf -_-. anyway, Gue seneng lebaran tahun ini nggak kayak lebaran 2 tahun lalu yang ngeledek itu -_-. kemarin malam, kami sibuk twitter-an hingga jam 1 pagi. Ngapain? Main sama anak-anak Osn yang ntah siapa. Seru loh jawab kuis cepet-cepetan gitu. Tapi kan gue pake hp ya jadi kalah. Biasanya gue ngerusuh doang. Tapi pertanyaan terakhirnya itu disuruh ucapan terimakasih atau ungkapan rasa sayang kepada orang-orang terdekat. Ah itu seru! Oiya, sebelumnya gue nonton Kick Andy tentang pengibaran merah-putih. Luar biasa sekali dari mulai upacara oleh robot, pengibaran di puncak tertinggi, hingga di dasar laut. Keren deh. Gue kagum sama semangatnya. Gue mengutip beberapa kalimat, ''kita berhasil bukan karena kita kuat atau hebat, tapi karena Tuhan memberi kesempatan.'' ''lebih baik pulang cuma nama daripada gagal dalam tugas.'' Sebenernya banyak tapi yg kecatet cuma 2. Sekali lagi gue kagum sama mereka. Terus tadi sore, gue pergi dong sama Urf. Iya, ini ''Me time''. Tau apa itu ''Me time''? Ini adalah waktu sendirian. Buat ngerenung atau nenangin diri. Enak loh rasanya. Tadi gue jalan-jalan ke wilayah sawangan. Muter-muter doang sih. Matahari sore hari ini luar biasa nikmatnya. Begitu hangat. Pengen deh bisa duduk di tempat penuh pemandangan hijau sambil nikmatin matahari sore. Sendirian juga gapapa. Tenang banget rasanya. Yah ini quickpost aja ya. Jadi sekian blogs. Setelah ini kami akan sibuk pelatihan dan semacamnya untuk osn. Jadi doakan kami :) Baiklah, mohon maaf lahir batin sekali lagi. Selamat malam :)

High and low 3

Hari yang ku nanti pun tiba. Sabtu malam. Aku sudah siap dengan kemejaku. Aku berusaha tampil rapih di depan Nita. Sebenarnya agak malas bila harus bersama dengan teman-temannya yang terkesan elegan itu. Aku tidak suka mereka. Aku tidak mengerti, kenapa mereka merendahkanku? Hari Jum'at kemarin mereka ngobrol seperti biasa dengan Nita. Tapi begitu aku datang masuk kelas, obrolan mereka terhenti. Mereka menatapku sinis dan mulai berbisik, ''eh liat tuh! Si Fizan,'' ucap salah seorang diantaranya. ''Nit, lo yakin sama..'' ''apaan sih kalian!? Udahlah biarin aja!'' Nita mencela mereka. ''tapi Nit, dia kan cuma..'' Aku tidak mendengarnya dengan jelas, tapi aku tau mereka menyindirku di hadapan Nita. Dari tempatku duduk aku mencuri-curi pandang. Memperhatikan reaksi Nita yang sedang ''dicuci otak'' oleh mereka. Sesaat pandangan kami saling beradu. Jika sudah begitu, ku palingkan saja wajahku. Pura-pura tidak melihat. Tapi aku rasa Nita tau. Aku pikirkan ulang tawaran Nita. Aku baik-baik saja dengan Nita, tapi teman-temannya itu loh. Berada di kelas bersama mereka saja membuatku kesal, dan sekarang aku harus pergi bersama mereka. Selepas maghrib, aku sudah berada di depan rumah Nita. Lampu-lampu taman menyinari kolam ikan di halaman rumahnya. Aku terdiam cukup lama sebelum akhirnya menekan bel di dinding. Tingtong Ku tekan bel rumahnya. Tak lama kemudian, Nita keluar. Malam ini Nita keliatan lebih cantik dengan baju merah. Pakaiannya simpel tapi tergolong sopan. ''udah siap? Langsung berangkat aja nih?'' ''temen-temen lo gimana?'' ''paling mereka udah disana duluan,'' ''oh gitu ya. yaudah ayo, Nit,'' Dengan malas, aku pacu sepeda motorku ke tempat tujuan kami. ------------------------------------------------ Kami tiba di sebuah Mall yang cukup terkenal. Segera Nita membawaku ke tempat teman-temannya menunggu. Dari jauh aku bisa melihat ada 5 orang sudah menempati satu meja makan di restaurant. Ya, mereka 2 laki-laki dan 3 perempuan yang biasa ku lihat datang ke kelasku. ''Nitaaa!'' sapa temannya setengah berteriak. Nita menyambutnya dengan raut wajah senang. ''eh Nit, ini siapa?'' salah seorang dari mereka menunjukku. ''oh ini Fizan,'' ''yang Kamis kemarin sama elo ya, Nit?'' Mereka menatapku aneh. ''iya, ngel'' ''oiya Fiz, kenalin, ini Angel, Doni, Risa, Nadira, Emir.'' Nita memperkenalkan mereka padaku. ''... Salam kenal ya,'' aku coba bersikap ramah dan menjabat tangan mereka satu persatu. ''emm.. Iya salam kenal, Fiz.'' walau mereka menyambut tanganku, aku rasa mereka ragu. ''eh Nit, sini deh!'' Nadira menarik Nita. ''lo kok ngajak dia sih?'' bisik Nadira. ''ya emang kenapa?'' ''tapi kan dia..'' ''udahlah.. gapapa kali, Nad. Biar ramai.'' Risa memotong ucapan Nadira. ''ah elo mah gitu, Ris! Kita kan rencananya cuma ber-6.'' ''iya! gue, elo, Nita, Nadira, Doni, Emir, Udah! Nggak ada tambahan.'' Angel menambahkan. Aku mulai merasa tidak enak menjadi bahan pembicaraan mereka. Apa lagi keadaannya begini. ''eh udahlah, Ris.. Ngel. Dia kan udah dateng. Jadi ya gapapa,'' Doni coba menjadi penengah. ''kok elo malah ngebela dia, Don?'' nada bicara Angel meninggi. ku perhatikan Nita. Wajahnya terlihat cemas menghadapi teman-temannya. Aku pun begitu. Rasanya aku tak pantas berada di tengah-tengah mereka. Aku tidak sebanding. Perlahan aku menjauh dari kerumunan itu. Tanpa pamit atau sepatah kata, aku tinggalkan mereka. Mungkin aku akan merasa bersalah kepada Nita jika pergi begini. Tapi aku juga tidak ingin merusak rencana mereka. ''eh dia pergi tuh!'' seru Emir. ''kenapa dia malah pergi? Kok lo nggak cegah dia sih, Mir?'' tanya Risa. ''ya gue kan gak tau, Ris.'' ''biarin aja, Mir. Malah bagus kan?'' ''nggak gitu, Nad. Jadi gimana nih?'' Doni menatap Nita yang hanya terdiam sejak tadi. ''Nit? Nita? Lo gapapa?'' tanya Risa. ''...... Maaf.. Salah gue,'' Nita beranjak pergi meninggalkan mereka. ------------------------------------------------ Jam tanganku menunjukan pukul 20.01. Aku belum beranjak pulang dari tempat ini. Perasaanku masih kacau. Sampai sekarang aku masih belum mengerti kenapa mereka begitu. Rasanya aku ingin marah! tapi pada siapa aku harus marah? Mereka memiliki rencananya sendiri. Sedangkan aku? Hanya datang dan tak mengerti apa pun. Pada akhirnya akulah yang mengacaukan rencana mereka. sudah sekitar 10 menit aku berjalan menelusuri tempat ini, tidak tau harus bagaimana atau kemana. Aku memutuskan untuk segera pulang. Masabodo dengan mereka. Aku tiba di pintu keluar Mall. Ini bukan tempat aku masuk dengan Nita tadi. Ada sebuah taman kecil disini. Kulihat seorang perempuan duduk termenung. ''... Nita?'' aku mendekatinya perlahan. ''eh Fizan,'' ''kenapa lo disini? Temen-temen lo mana?'' ''mereka ada di dalam,'' ''oh begitu..'' aku duduk di sampingnya. Sunyi. Taman ini cukup sepi. Hanya ada kami disini. Ada beberapa orang yang melintas, tetapi tidak singgah. ''Fiz?'' ''hm?'' ''soal yang tadi.. Maaf..'' ''..... Bukan salah lo kok, Nit. Gue yang salah,'' ''tapi kan gue yang ngajak lo, Fiz,'' ''Nit, gue pengen tau. kenapa mereka begitu ke gue? Kenapa gue dipandang rendah?'' ''...... Gue juga nggak ngerti, Fiz,'' ''mungkin sejak awal gue gak pantes bergaul dengan kalian,'' ''kenapa lo mikir begitu?'' ''ya kalian itu kan ibarat golongan atas. Golongan terhormat. Sedangkan gue? Gue cuma golongan bawah. Gak penting, Nit,'' Nita terdiam. ''hari Kamis kemarin aja, waktu gue pulang bareng lo, banyak yang ngeliatin kita. Kayak gak suka gitu. Wajar sih. Lo cantik, pinter, populer, banyak yang suka sama lo. Sedangkan gue cuma seorang laki-laki biasa. Apa yang bisa lo harapin dari gue, Nit? Nggak ada, kan?'' aku ungkapkan semua pemikiranku. ''......'' Nita tidak menjawab. Di tengah keheningan itu aku bisa mendengar Nita menangis terisak. ''maaf, Nit.. Gue emang gak pantes buat lo,'' ''Fiz.. Sejak kapan lo terpengaruh sama mereka? Sejak kapan lo menganggap mereka jadi penentu kita cocok atau nggak?'' Nita balik bertanya. ''dan sejak kapan lo menganggap gue menilai seseorang dari statusnya? Gue bukan orang yang begitu, Fiz. Mungkin gue emang cewek populer dan lo cuma cowok biasa. Mungkin banyak yang suka sama gue, tapi gue milih elo! Apa yang salah dengan itu?'' tambahnya. Kini malah aku yang terdiam dibuatnya. Aku tak pernah menyangka Nita akan mengatakan ini. ''Fiz.. Gue tau banyak yang nggak suka kalau kita deket. Mereka bisa men-judge kita, tapi mereka gak bisa ngatur kita, Fiz. Gue udah coba nggak memperdulikan mereka, kenapa lo nggak? Kenapa lo lebih pentingin anggapan mereka? Angel dan Nadira juga gak setuju kalau gue sama elo, tapi gue tetep ngebelain elo. Fiz, tolong jangan bikin usaha gue sia-sia hanya karna lo peduli sama pendapat mereka.. Tolong jangan ngejauh dari gue..'' Kata-kata Nita seolah menusukku. Aku merasa sangat bersalah. Aku tidak tau harus berkata apa setelah mendengar semua ini. Rasanya aku sangat bodoh dan jahat karena tidak memikirkan perasaan Nita. Aku terlalu sibuk memikirkan orang lain. Aku egois dengan anggapanku sendiri. ''Nita, gue... Gue minta maaf, Nit. Gue udah jadi pengecut. Gue akan coba untuk gak terpengaruh. Gue akan coba nentuin pilihan gue sendiri,'' ''lo sekarang sadarkan, Fiz?'' tanya Nita. ''iya, gue sadar, Nit,'' ''hmm tapi pasti lo belom sepenuhnya sadar,'' ''sadar apa?'' ''sadar.. kalo lo lagi dikerjain!'' seseorang, berteriak dari balik pepohonan. Angel, Nadira, Risa, Emir, dan Doni keluar dari persembunyiannya. ''ahahaha Fizaan, Fizan,'' Nadira tertawa. ''lo ini lucu, ya. Hahaha,'' timpal Angel. ''eh apaan nih!?'' Aku masih belum mengerti apa yang terjadi. Aku tidak menyadari kehadiran mereka. Mereka menertawakanku. ''hahaha. Ternyata Fizan orangnya begini, ya? Rencana kita berhasil!'' seru Risa. ''Nita, ini ada apa? Kalian ngerencanain apa?'' ''gini Fiz, kita disini mau ngerjain elo. Eh, lebih tepatnya menguji,'' Doni yang menjawab pertanyaanku. ''iya, terus ini idenya Nita loh. Hahaha,'' Emir menambahkan. ''hah?'' aku menatap Nita yang masih tertawa. ''maaf, Fiz. Yang tadi di dalam Mall itu cuma pura-pura. hahaha,'' jawab Nita ''iya, yang di kelas juga,'' sahut Nadira. ''... Terus, Nit, yang lo omongin tadi itu.. Juga cuma pura-pura?'' ''nggak, yang itu gue serius. Gue tau lo bakal ngerasa tertekan kalau deket gue, jadi gue pengen lo sadar. Lo gak harus selalu peduli pandangan orang lain tentang diri lo. Lo harus percaya diri dan jadi diri sendiri, Fiz,'' jelas Nita. ''terus kenapa gue yang lo sadarin?'' ''aduuh, Fizan..! Lo belom ngerti juga!?'' Nadira menggelengkan kepalanya. ''Nita tuh suka sama elo!'' seru Angel. ''....... Hah!? Beneran, Nit?'' ''.. Iya, Fiz. Gue suka sama lo,'' kali ini Nita tersenyum. Pernyataan itu membenarkan dugaanku selama ini. Nita suka padaku. Aku senang mengetahuinya. Teman-teman Nita ternyata juga telah mendukungku. Malam ini adalah hari jadi kami. Setelah aku juga mengungkapkan perasaanku kepada Nita. Semenjak hari itu, aku coba untuk tidak perduli dengan orang-orang yang memandangku tak pantas dengan Nita. Aku coba mengabaikan mereka. Memang benar apa kata Nita, orang-orang hanya menilai diri kita. Tapi mereka tidak bisa mengatur hidup kita. Saat ini aku akan menjalani apa yang aku pilih tanpa dibatasi siapa pun..

who am i?

Foto saya
i am capriciously semi-multitalented