Tampilkan postingan dengan label experience. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label experience. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Juni 2017

Gelembung Kenangan

Assalamu'alaikum, blogs!

Kita harus cepat sebelum ingatan mimpi gue menghilang! Basa-basinya kapan-kapan aja ya..

Wuuuuzzzz..!!

So, ini tentang seseorang dari dalam mimpi lagi. Bukan, bukan Cleva. Gue baru memimpikannya beberapa saat yang lalu. Jadi semua bermula dari..... Gue gak tau. Namanya juga mimpi -_-. Gimana gue mau inget awalnya?

Pokoknya tadi malam gue tidur jam 2an. Setelah nonton Deadpool dan main Brave Frontier. Mumpung ada event kolaborasi sama Final Fantasy. Jadi begitulah.

"Mimpinya, dit!"

Oiya, pokoknya jam 2an itu gue tidur lalu bermimpi. Gue berada di..... Entahlah. Kayak taman. Ada tempat duduknya dan semacam ayunan tapi gak terlalu jelas. Saat itu malam hari. Kayaknya di mimpi itu gue baru abis ada kegiatan sama temen SMA deh.

Kemudian di taman itu gue gak sendiri. Ada 1 perempuan temen SMA gue dan laba-laba yang sarangnya dari jaring warna perak. Apa yang kami lakukan di taman malam itu? Kami berbicara. Tapi gak bicara sama laba-labanya. Kami bicara tentang.... Perasaan perempuan itu ke gue. Jadi dia semacam suka sama gue gitu.

"Sayangnya cuma mimpi ya, dit"
Bawel! -_-

Gue tau siapa dirinya di dunia nyata dan ya dia memang pernah suka sama gue. Woooo! Tapi gue tolak sih. Di dalam mimpi pun juga gue tolak. Kenapa? Prinsip. Gak boleh pacaran. Dan sebisa mungkin gak mau pacaran. Ternyata prinsip sejak 9 tahun lalu itu juga tertanam di alam bawah sadar gue.

Setelah gue tolak di mimpi, dia keliatan nggak terlalu kecewa dan memahami prinsip gue. Dia menerima kami sebagai teman dekat sambil tersenyum. Dan hubungannya dengan laba-laba jaring perak itu? Nggak ada. Gue sempat pegang jaringnya yang udah ngebentuk sarang. Tapi jaringnya elastis gitu jadi gak rusak.

That's it, blogs! Mimpi malam ini tentang seseorang. Nggak terlalu penting sih tapi gapapalah.

Bye!

Tunggu...
Well, actually, ada 1 orang lagi di mimpi itu yang mau gue ceritakan. Mimpi setelah di taman itu. Semacam lanjutannya. Settingan mimpi kedua ini berada di... Rumah? Ruang kelas? Nggak tau. Gak jelas. Gue bersama seorang perempuan lagi. Bukan temen SMA gue yang tadi. Seseorang yang kalau gak salah udah lama banget gak ketemu. Mungkin pas SD. Dia semacam temennya temen gue. Dan kami sama sekali gak dekat. Kalau salah, berarti dia seseorang yang belum pernah gue temui di dunia nyata.

Namanya Joana. How did i know that? I just did. Well, di mimpi gue gak manggil dia Joana sih. Tapi feeling gue namanya Joana. Pokoknya gitu. Gak usah protes. Mimpi gue, suka-suka gue.

Joana ini kayak keturunan chinese. Rambutnya panjang sepinggang. Sedikit coklat. Gak terlalu tinggi. Matanya.... Ya sipit. Tapi warna hitam mengkilap gitu. Lumayan cantik deh.

Kejadiannya hampir sama kayak mimpi sebelumnya. Di dalam ruangan itu kami berbicara. Tentang perasaan Joana. Sepertinya dia juga menyukai gue. Padahal di mimpi itu kami belum kenal lama.

Akhirnya... Ada 2 orang yang menyatakan perasaannya ke gue! Mimpi apa gue semalam?!

"Dit, ini juga kan cuma mimpi..."
Oiya -_-

Setelah dia menyatakan perasaannya ke gue, apa jawaban gue? Tentu saja gue tolak lagi.

"Pantes jomblo. Di mimpi aja sok jual mahal!"
Ngeselin.. Salahkan urf yang menanamkan prinsip ini -___-

Alasan penolakannya juga sama seperti sebelumnya, yaitu prinsip gak boleh pacaran. Tapi keliatannya Joana belum paham. Jadi gue jelaskan gue juga mencari seseorang yang bisa menghargai hal-hal kecil. Menghargai waktu yang dihabiskan bersama. Dan hal-hal spesial lainnya.

Somehow, di ruangan itu ada pistol gelembung sabun. Tau kan? Banyak di jual di Monas dulu. Entah motivasi gue apa tapi gue bilang, "coba kamu ungkapkan sebesar apa perasaan kamu dengan pistol itu." I know... It's stupid.

Dia ambil pistol itu dan bilang, "perhatikan." Kemudian muncul gelembung besar banget dan lumayan banyak. Setiap gelembung itu adalah kenangan. Waktu yang kami habiskan bersama. Besarnya gelembung itu adalah seberapa besar Joana menghargai kenangan kami. Padahal kami belum lama kenal. Yang terlintas di pikiran gue saat itu adalah.. Memories Keeper. Penjaga kenangan. Salah satu bagian dari diri gue juga.

Dengan melihat seberapa besar perasaan Joana ini gue jadi bingung. Gue pengen menerima. Tapi nggak boleh. Pokoknya nggak boleh. Kemudian gue bilang, "maaf, gue belum bisa menerima. Tapi kalau status itu bukan sesuatu yang penting buat kamu, kita bisa jadi teman dekat." Kurang lebih begitu. Dia keliatannya bisa mengerti.

Setelah kejadian itu, keesokan harinya (masih di mimpi) gue menyiapkan tas, baju seragam sekolah, topi abu-abu. Jadi gue balik lagi ke SMA -_-. Well, setidaknya gue lumayan senang bisa ketemu Joana di sekolah. Tapi di mimpi itu gue belum sholat subuh. Jadi sholat dulu di mimpi. Pas udah selesai, gue dibangunin untuk shalat di dunia nyata...

Baiklah.. Kali ini beneran "That's it, blogs!" Itu mimpi gue malam tadi. Dengan seseorang yang udah lama gak ketemu atau mungkin memang belum pernah ketemu. mereka yang belum pernah gue temui di dunia nyata sebenarnya lebih banyak lagi. Di post Dream Troopers kan cuma 13 kayaknya. setelah post itu gue bermimpi tentang yang lainnya. Tapi gue lupa nama sama mimpinya gimana. Jadi ya.. Yaudahlah ya.

Pesan dari post kali ini adalah...

"Gue tau, dit. Hargailah setiap waktu dan kenanganmu bersama seseorang.. Walau hanya di dalam mimpi"
Good!

Assalamu'alaikum, blogs :)

Selasa, 13 September 2016

Dunia Kata Mereka

Assalamu'alaykum, blooooogs :)

Gimana kabar kalian setelah gue tinggal sekitar... 8 jam dari tadi siang? Yang kurang baik udah jadi baik belum? Semoga udah ya.

Basa-basinya gak usah kepanjangan karena post ini mungkin agak panjang. Dan lagi, gue akan menambahkan label "point of view". Walau bukan Misi Rahasia ke-100. Baca aja ya..

Ini tentang "Dunia yang sebenarnya". Inspirasinya sederhana aja. Pernah denger ada yang bilang " kamu masih kuliah,  belum tau dunia yang sebenarnya pas kerja."? Atau pernyataan yang senada dengan itu? Atau mungkin kamu sendiri yg menyatakan itu ke adik kelasmu? It's okay.

Buat gue sendiri, pernyataan itu adalah pernyataan berulang dengan tingkat yg berbeda. Maksudnya, pernyataan itu udah disampaikan anak SMP ke SD. At least ke gue.

"Kamu masih kecil, masih SD. Belum tau dunia yang sebenarnya di SMP" kata anak SMP.
"Kamu masih SMP. Belum tau susahnya kehidupan SMA" kata anak SMA.
"Kamu masih SMA, masih pakai seragam putih abu-abu. Belum ngerasain beratnya dunia perkuliahan" kata Mahasiswa.

Gue udah melewati yang itu. Sekarang yg gue hadapi adalah:

"Kamu baru kuliah. Nanti kamu bakal ngerasain dunia yang sebenarnya pas kerja"
"Dunia tambang/minyak/geologi itu keras". Kata mereka yg udah kerja.

Well, gue memang belum tau atau merasakan seperti apa dunia kerja. Tapi dari yang gue amati, rasakan, dan renungkan dari "dunia" yang udah gue lalui adalah "dunia yang sebenarnya" adalah sebuah sistem yang hancur. Dari dunia SD, SMP, SMA dan seterusnya, sesuatu yg mereka sebut "dunia yang sebenarnya" itu semakin hancur. Kenapa? Ada banyak jawabannya. Paling mainstream yang gak akan gue bahas lagi adalah harta, tahta, wanita. Tapi ini gak berlaku di SMP. Pas jaman gue sih. Gak tau kalau sekarang. Kayaknya udah.

Gini, blogs. Waktu jaman gue SD kelas 1 - 3, belum ada nyontek. Bisa dibilang kejujurannya masih murni. Kelas 4 - 6 mulai ada kecurangan. Nyontek, bolos, dan semacamnya. Kejujuran berkurang.

Di dunia SMP, kita mulai menghadapi masalah percintaan. Mulai mengenal patah hati pas putus pacaran. Mulai mengenal rokok, nongkrong, cabut pelajaran, dan semacamnya.

Di dunia SMA, masalah cinta-cintaan makin rumit. Selingkuh, nikung, muka dua, galau, bunuh diri. Dengan beban kewajiban yang kian bertambah, seperti tugas, ujian nasional, ujian akhir, tes universitas dan lain-lain, banyak celah terbuka untuk merusak nilai moral. Kecurangan dalam UN, narkoba, Miras, dan sejenisnya. Tekanan kehidupan SMA ini mereka sampaikan ke anak SMP, "kalian masih SMP, belum ngerasain kehidupan sebenarnya di SMA".

Di kuliah pun begitu. Mulai ada bolos kuliah dengan titip absen, manipulasi data tugas kuliah. Well, gue juga kadang manipulasi data sih-_-. Disebutnya " Geomagic". Tapi gue gak titip absen dan gak mau dititipin. Gak mau nyontek juga. Gue masih mencoba mempertahankan kejujuran dan originalitas gue. Terus masalah percintaan juga tetap ada. Tapi gue gak tau. Kebanyakan ngerjain tugas. Keburukan dunia perkuliahan bisa dibaca di downsanian. Lebih detail di sana.

Dan dunia kerja yang saat ini mereka tanamkan dalam pikiran mahasiswa sebagai "dunia yang sebenarnya" adalah dunia yang keras dengan banyaknya persaingan. tempat berkumpulnya para penjilat, orang bermuka dua, munafik, musuh dalam selimut, musang berbulu domba, lengkuas berbumbu rendang, dan semacamnya. Adanya ancaman dari orang yg gak senang dengan kita, ada pemalakan, pemerasan, jebakan dan sejenisnya ngebuktikan sistemnya rusak. Dan kamu tau tips untuk menghadapi itu, blogs? "Jangan jadi orang yg polos, terlalu jujur. Berbohong gapapa. Jangan terlalu dekat dengan orang lain. Mereka bisa nusuk dari belakang." itu kata mereka.

Gue sedikit kaget dengan tips dari mereka yang udah kerja. Walau bisa gue rasakan tipsnya masuk akal dan pasti akan terpakai. Tapi blogs... Kalau gue renungkan ya... Semakin ke arah sana nurani semakin bisu. Kita mulai memakai topeng kehidupan. Dipaksa bohong oleh sistem persaingan. Kita didoktrin bahwa kejujuran gak akan memenangkan persaingan di "dunia yang sebenarnya". Sedikit demi sedikit nilai moral gak lagi ada artinya. Yang penting menang, yang penting senang. Kaya, harta berlimpah. Cara memperolehnya? Siapa peduli?

Orang yg berusaha mempertahankan kejujuran dijadikan tameng. Dimanfaatkan. Contoh gampangnya di partai pas pemilu. Setelahnya, yang jujur akan dikucilkan. Kalau melawan akan dijebak, diancam dan disingkirkan.

Inikah yang mereka sebut "dunia yang sebenarnya"? Sistem yang rusak begini? Dengan Manipulasi keadaan? Manipulasi fakta? Konyol.

Gue paham dengan istilah "survive", dan "struggle" dalam menjalani kehidupan dimana kita harus membaur dengan keadaan. Tapi untuk membaur dalam sistem dunia yg hancur, gue rasa gue lebih suka jadi anomali. Kejujuran harus dijaga. Tetap berjuang melawan arus keadaan.

Baiklah, blogs. Itu yg ingin gue sampaikan. Maaf ya hanya memandang dunia dari sisi negatifnya. Ini Karena mereka mengatakan "dunia yang sebenarnya" dengan rasa bangga akibat banyaknya keburukan yang sudah mereka alami.  Dalam downsanian pernah gue ungkapkan untuk apa kita bangga dengan keburukan yang kita punya? Kecuali kita bisa merubahnya jadi kebaikan. Gue gak suka dengan doktrin mereka yang seolah bilang, semakin dewasa kita akan semakin harus bersandiwara. Semakin akan merusak hati nurani. Gue gak mau kalian begitu.

Jangan masuk ke sistem yang rusak.
Jangan jadi generasi penerus.
Apa yang mau diteruskan dari sesuatu yang udah hancur?
Jadilah generasi perubah yang merusak sistem yang rusak. Merubahnya jadi lebih baik lagi. Berubahlah..

Sebelum "dunia yang sebenarnya" menjadi "kehidupan yang sebenarnya"

Assalamu'alaykum

Jumat, 01 April 2016

Media: Bahaya di Sela-sela Opini

Assalamu'alaykum, blogs :)

Lets start with a little chit-chat!
Bagaimana kabarmu? Kabarku sehat dan alhamdulillah masih single ._. Semoga kalian juga dalam keadaan sehat dan single juga. Kecuali bagi yang sudah menikah..

Anyway, kali ini gue ingin mengutarakan beberapa hal tentang suatu ancaman tersembunyi bagi generasi zaman sekarang. Sebenarnya bukan ancaman sih, tapi ini cukup bahaya. Ini tentang Media. Sesuatu yang dapat mengobrak-abrik asumsi seseorang.

Jadi gini, blogs, dewasa ini media online itu udah mulai diminati sebagai penyedia informasi bagi publik. Ini karena media online dianggap lebih praktis dan gampang diakses lewat smartphone yang digunakan hampir 80% orang indonesia. Ini ngebuat media cetak jadi kurang diminati. Tapi ini asumsi gue aja sih. Soalnya dari dulu gue juga gak sering baca koran.

Baik media cetak maupun online itu tujuannya sama: memberi informasi bagi publik. Bagus sih. Tapi ada fungsi lain yang masih abu-abu: Membentuk opini publik. Kenapa Abu-abu? Karena ini bisa membuat seseorang berpikiran positif atau negatif. Dalam pembentukan opini publik, konten berita bisa aja diselipkan fitnah atau semacamnya. Apalagi ketika era perpolitikan dimulai.

Eh tep-pan! Tau tepan gak? Ini semacam time-out atau pause waktu main game -_-. Generasi jaman sekarang mungkin hanya segelintir yg tau. Tepan! Gue ngerasa bahasa gue terlalu baku. Well, sebenarnya gue pengen bikin tulisan baku tapi... Rasanya gak cocok sama blogs. Iya gak sih? Sepertinya gue akan menggunakan bahasa santai aja kali ya.

Start!

Jadi ketika era perpolitikan dimulai, para politikus itu berlomba-lomba kampanye lewat media cetak dan online. Permasalahannya ada di media online. Ada partai atau calon yg membayar stasiun tv untuk menyiarkan berita baik tentang mereka aja. Stasiun tv lain juga sama sebagai oposisinya. Bahkan pernah dalam hasil pemungutan suara. Di Tv A si calon A menang, tapi di Tv B si calon B yang menang. Question: Jadi sebenarnya siapa yg menang?! -____- entah itu salah informasi atau gimana. Semoga aja gak disengaja.

Tapi itu udah beberapa tahun lalu. Sekarang lebih parah. Dengan berkembannya software untuk mengolah gambar, penyebaran fitnah lebih gampang dilakukan. Soalnya no pict = hoax. Tinggal edit foto, buat headline yg sensasional, publish. Isi beritanya? Belum tentu bener, yang penting banyak yg ngelike. Inilah media zaman sekarang. Dari sudut pandang gue.

Contohnya dulu gue pernah liat headline tentang adanya Manusia Bawah Tanah  yang muncul di Amerika. Ada gambarnya juga sejenis manusia berkepala tikus tanah gitu. Gue baca komentarnya. Gak sedikit yg gak percaya. Soalnya ada gambarnya sih. Tapi ada komentar seseorang yg bilang gambarnya itu dari film sains fiktif tahun 80an. See? Berita bohong.
Ada lagi headline tentang Biksu yang membantai umat muslim di vietnam terkena azab. Lengkap dengan gambar seorang biksu dengan penyakit kulit. Lagi-lagi komentarnya banyak yg menghina dan mencaci tentunya mereka percaya dengan beritanya. Tapi setelah diselidiki ternyata fotonya itu foto lama. Dan si biksu di foto itu emang udah sakit dari dulu dan dia gak ada hubungannya dengan pembantaian umat islam itu. Bobrok lagi kan medianya?

Kebobrokan Media gak berhenti sampai di edit foto aja. Lebih parah lagi. Yang ini gue gak tau bener atau nggak ya, tapi gue melihat ada potensi fitnah untuk menjatuhkan nama baik seseorang. Pernah liat headline semacam ini:
Calon Y, "Kalau si X sampai menang, saya akan loncat dari Monas".

Semacan pernyataan yg mirip nazar gitu. Kenapa hal ini bahaya? Pertama, karena beritanya pasti sensasional. Kedua, banyak masyarakat yang baca. Ketiga, masyarakat akan menagih omongan si calon Y. Keempat, si Calon Y gak akan mau membuktikan perkataannya yg bilang dia akan terjun dari monas kalau kalah. Ini hal baru di era perpolitikan zaman sekarang. Orang-orang bilang ini jadi warna baru bagi politik. Tapi buat gue ini cuma pola baru dengan warna yang sama: hitam. Artinya buruk.

Dengan berkuasanya media dalam membentuk opini publik, mereka bisa aja membuat headline yg menarik dengan berita bohong. Sekali lagi, tinggal cari foto orang yg bersangkutan, dan bikin berita sensasi dan biarkan berita ini meracuni pikiran masyarakat. Ini mudah.

Another badthings tentang Media.
Yang sekarang lagi marak banget sih isu-isu agama. Teroris dan semacamnya. Kamu pasti tau, orang islam akan dijadikan subject berita sebagai teroris atau pelaku kriminal. yang nonmuslim biasanya jadi korban. Lalu dunia ramai bersimpai ke mereka. Selalu begitu. Tapi ketika orang islam yg sebenarnya jadi korban, dunia akan bungkam. Karena ini skala dunia, maka tv lokal termasuk berperan di dalamnya.

Udah paham kan kebobrokan media saat ini? Tanpa adanya crosscheck suatu berita, maka kita akan dibodohi. Agar kamu tau, cara pembentukan opini publik lewat Media itu efektif banget loh. Mereka gak hanya memberi fakta, mereka rusak fakta dengan opini. Lalu masyarakat adalah korbannya. Merasa nggak?

Gue juga suka nulis, dan di organisasi juga di divisi media. Tapi gue jarang bikin berita atau opini publik gitu. Jadi ya.. Paling di blogs aja sih. Tapi inilah yang gue pikirkan dan rasakan dari media di luar sana. Mereka berbahaya. Walau gak semua media menebar berita bohong sih. Ada juga yg dapat dipercaya. Tapi tetap, lakukan crosscheck kebenaran beritanya. Caranya? Bandingkan aja berita Media A dan Media B. Kalau sama, beritanya bisa dipercaya. Semakin banyak perbandingan semakin bisa diyakini.

Baiklah blogs, itu aja sih untuk kali ini. Ada pepatah keren yang mungkin bisa kamu jadikan inspirasi:

"Jika kamu ingin merubah dunia, jadilah pemimpin. Jika kamu tidak bisa memimpin, maka jadilah penulis" - anonim.

Gue tutup post kali ini dengan pertanyaan,

Jadi apa aku berhasil mempengaruhi opinimu?

Sabtu, 13 Februari 2016

Simbiosis Iri Hati versi 3

Assalamu'alaykum :)
Hai, blogs! Halo para pembaca semua :D
Semoga selalu dalam kebaikan, kesehatan, ketentraman, dan kedamaian. Pokoknya semua yg baik deh.
Pada kesempatan kali ini gue akan kembali berbagi pemikiran gue tentang perasaan iri di dalam hati. Gue gak nyangka post Simbiosis iri hati bisa sampai 3. Alhamdulillah...! Ini adalah sebuah kesempatan yang luar biasa. Semoga bisa bermanfaat. 

Seperti yg kita tau, simbiosis iri hati adalah sebuah pemikiran dari pengamatan gue terhadap diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Tentang bagaimana seseorang melihat kehidupan orang lain selalu lebih baik. Hal ini membuat hati kita gak pernah puas dan akhirnya timbul sifat iri. Ini udah diterangkan di versi sebelumnya. Udah baca Simbiosis Iri Hati versi 1 dan versi 2 belum? Baca dulu biar viewernya nambah ._.

Kamis, 11 Februari 2016

Dungon 4#: First Dungeon Cave! Goa Garunggang

Assalamu'alaykum 

Hai, blogs! Gimana kabarmu? Saat ini sedang musim hujan looh! jadi sebaiknya Anda jaga kondisi kesehatan dan semacamnya. Bukan hanya sakit pilek, batuk, pusing atau radang tenggorokan yg mainstream banget. Tapi waspada juga dengan Demam Berdarah dan virus Zika yg dibawa oleh nyamuk. Waspada juga terhadap longsor dan banjir bagi yg rumahnya sering mengalami. Semoga kita semua dalam kondisi yg aman yaa..

Anyway, here is another Dungeon or journey story. Dan ini lumayan spesial. What makes it special? Ini adalah resolusi gue tahun 2013 yang baru tercapai sekarang. My first Dungeon Cave! 

Setelah gue berkelana seorang diri ke Telaga Biru di tangerang, akhirnya ada yg ngajakin gue ke goa. they are Temen gue sebagai pengajak gue, dan gue sebagai pengajak temen gue, lalu temen gue sebagai pengajak temennya temen gue. Jadi kami pergi berempat. Gue dan temen-temen gue dan temen perempuannya temen gue. Pokoknya gitu deh. 

Minggu, 07 Februari 2016

Dungeon #3 : Telaga Biru

Assalamu'alaykum 

Yoow, blogs! Gue hadir untuk ke sekian kali dan siap menceritakan perjalan gue yg berikutnya.
"Jalan-jalan melulu, dit. Gak capek apa?"
Ya capek tapi jalan-jalan itu asik. Ini udah jadi hobi gue dari dulu dengan tingkat yg berbeda. Dulu biasanya gue cuma naik motor muterin pondok petir dan sekitarnya. Kadang mencari jalan baru kadang hanya sekedar menghabiskan waktu. Dan bensin. Berbeda dengan akhir-akhir ini. Gue lebih ke tempat wisata atau semacamnya. Destinasinya juga lebih jauh dari sebelumnya walau masih kalah jauh dibandingkan mereka yg udah keluar pulau atau bahkan ke luar negeri. Tapi gapapa, someday i will..

Anyway, post kali ini tentang perjalanan gue yg ke 3. Kali ini gue gak ke Bogor. Gue mengarah ke Barat menuju wilayah Tangerang. Ada apa di sana? Ada obyek wisata alam yg disebut Telaga Biru. Ini semacam bekas tambang pasir di Cisoka yg menjadi danau dengan air yg bisa berubah warna. Warnanya bisa hijau, biru dan bening.

Dungeon #2: Intrusion Waterfall, Curug cilontar

Assalamu'alaykum, blobloblogsss

Gue kembali hadir untuk menghadirkan kisah dan pengalaman yang sangaaaattt biasa aja. Tapi seru. Dan menyenangkan. Dan asik. Dan gaul. Dan... Baca sajalah

So, setelah gue menikmati kesendirian di Jacuzzi gunung peyek yang udah gue ceritakan sebelumnya, gue diajak teman gue ke Cilontar.  Yang ngajak lukman, seorang mahasiswa geologi seangkatan sama gue. Dia berdomisili di bogor which means, dia tau banyak tempat asik di wilayahnya. Tapiii dia belum pernah ke Curug Cilontar yg menjadi tujuan destinasi kami. So its gonna be new journey for us


FYI, curug cilontar adalah sebuah air terjun yang belum banyak diketahui. Belum ada pengelolanya dan belum jadi tempat wisata. Kami berangkat ke sana dipandu oleh Navigation Girl (read: Enji) yg ada di aplikasi googlemaps. Itu pun hanya memasukan data koordinat yg di dapat dari website. Kalau kamu langsung masukin keyword "Curug cilontar" kayaknya gak ada. koordinatnya adalah: 6o 38'12''S dan 106o38'18''E


Singkat cerita kami berangkat tgl 30 januari 2016. Gue berangkat dari rumah jam 7 pagi naik motor. Lewat gaplek ke arah parung sesuai petunjuk dari Navigation Girl yg udah gue setting ke Curuglontar. Tadinya gue berencana ketemu temen gue di Kemang. Tapi ternyata gue keterusan sampai di Ciampea. Ini karena... Gue gak tau daerah Kemang itu yg mana -_-. Temen gue yg udah nunggu di kemang akhirnya gue minta ke Ciampea. Baru ketemuan jam 10 pagi.

Dari Ciampea kami menelusuri jalan yang dipandu Enji ke koordinat Curuglontar. Jalannya lumayan jauh. Ke arah Leuwiliang hingga Gunung Bunder. Terus ke Tenggara. Gue agak susah kalau diminta ngejelasin jalanya. Ikuti arahan Enji aja deeeh.

Begitu sudah cukup dekat, Enji bilang "Turn left. Your destination is on the Left side." Gue dan temen gue berhenti. Kami berhenti di sebuah gang di pinggir jalan utama. Dan itu masih masuk perumahan. Bukan hutan atau bukit atau apapun yg menunjukan adanya air terjun. Papan air terjunnya juga gak ada. Gue mulai berpikir, "Mana air terjunnya? Jangan-jangan salah.. Wah enji ngaco! Enji sesat!"
Untunglah ada warga sekitar yg bisa ditanya. Kami pun menanyakan keberadaan curuglontar itu. Katanya, "Curuglontar? Itu masuk ke pemancingan terus jalan turun lurus aja". Gue ragu. Pemancingan? Apakah curuglontar itu nama pemancingan? So what am i doing here?!

Agak bingung, gue pun mencari pemancingan yg dimaksud. Ada penjaga pemancingannya. Dengan ragu gue bertanya, " permisi, pak. Jalan ke curuglontar itu kemana ya?" Dia menjawab, "ooh itu lurus aja nanti belok kanan terus turun" katanya sambil menunjuk halaman belakang rumahnya yg ada empangnya. Gue dan temen gue mengikuti arahannya. Benar saja, jalan mulai menurun. Ada tangga dari bambu yg gak standar SNI. Jalan setapak nan licin menjadi pijakan kami. Dari jauh sayup-sayup terdengar suara air mengalir. Deras dan menggoda. Dinding lereng yg kami turuni berupa batuan beku hitam dan tanah (soil). Ada fragmen black obsidiannya juga loooh B)

Setelah menuruni lereng licin gak berstandar SNI itu kami memijakan kaki di reruntuhan batuan yg lumayan besar dan runcing. Dari sini kami sudah bisa melihat sumber suara aliran air yg menggoda tadi. Here it is, Our Destination! Dungeon Curuglontar!


An ordinary hidden waterfall!

Kenapa "ordinary"? Gue cuma bercanda kok. Ini bener-bener keren!!

Curuglontar, dengan airnya yg terjun dari ketinggian sekitar 28 meter dan kolam yg luas dengan keindahan airnya yg berwarna hijau. Sayangnya gak boleh dibuat berenang. Mungkin karena dalam dan hal lainnya. But here is what makes it unique: ada columnarjoint-nya! Ini pertama kalinya gue liat secara langsung :D
Wait, kamu tau apa itu columnar joint? Ini sejenis struktur batuan beku akibat intrusi magma vertikal. Struktur ini punya bentuk yg unik yaitu prisma segienam. Kata dosen gue sih bisa segienam itu karena waktu pendinginan mineralnya menarik ke segala arah. Seinget gue itu. Gak paham juga.
Terus, terus, ada sittingjoint juga di atas columnarjoint. Sitting joint adalah Struktur batuan beku kayak balok horizont. Yg ini karena aliran magma horizontal. Dideket kolamnya ada lapisan sedimen breksi dan konglomerat yg fragmennya berukuran bongkah. Pokoknya besar.
Oiya, untuk mendekat ke kolam air terjunnya agak susah. Soalnya pijakanmu adalah runtuhan batu. Bukan tanah. Jadi harus jaga keseimbangan dan lompat-lompat. Hati-hati bagi kalian yg punya masalah kaki semacam keseleo, patah kaki dan lainnya. Gak recommend buat pengguna kursi roda. Walaupun jika dia mau digendong. Karena emang susah.  Sungai bebatuan ini melampar luas banget ke... Gue gak ngecheck arah mata anginya -_-. Pokoknya searah aliran air terjun. 

Seperti pengunjung tempat wisata pada umumnya, kami pun berfotoria. Mumpung sepi. Ada sih pengunjung lain 3 perempuan SMP kayaknya yg juga foto-foto. Tapi mereka sekedar menikmati alam. Sebagai mahasiswa geologi, kami belajar memahami fenomena di sini. Abis itu tetep.. foto-foto lagi -_-




Cukup lama kami di sini. Dari jam 11 sampai jam 2 siang. Tempatnya emang enak sih. Masih sepi juga dan tergolong tersembunyi. Gue gak nyangka ada di bawah pemancingan. Ini semacan jalan rahasia gitu. Gue sih lebih suka yg sepi tapi yg jelas curugcilontar ini potensi banget untuk jadi obyek wisata geologi! Asalkan jalan ke air terjunnya dibuat standar SNI. Pakai lift atau flyingfox kalo perlu. Terus tentunya dibikin papan penunjuk obyek wisata karena kamu gak akan tau kalau gak nanya ke pemancingan rahasia di sini.  Tapi ini akan menaikan tarif biaya masuknya ya... Gak kayak kami yg masuk dengan bayar sukarela ke dalam kaleng biskuit.
Well, tapi tetep sih, bagaimana pun pengelolaan air terjun ini nantinya, tolong jika kamu mau ke sini dijaga kebersihannya. Kalau kalian mau berkunjung ya jangan ninggalin sampah apapun. Sekecil apa pun. Jangan berpikir "ah cuma sampah permen (atau puntung rokok) ini.. Gak bakal ngotorin banget." tau gak? Ada banyak banget orang mainstream yg punya pemikiran tukang sampah kayak gini! Sampahnya kecil dan gak penting, tapi kalau yg ngebuangnya banyak ya tetep ngotorin. Huh! Minta diposting di downsanian banget -_-
Pokoknya jangan ngotorin!

So that's it, blogs!
Dungeon curuglontar. 
Over all, ini tempat yg indah dan keren banget buat menikmati alam dan belajar geologi. Bisa  untuk kamu yg ingin sendirian ataupun rombongan. Secara pribadi gue rasa lebih baik rombongan maksimal 5 orang. Jangan datang sendiri kalau ingin foto-foto, khususnya untuk yg gak punya tongsis dan mau pake timer. Karena pijakan kamu bakal menyulitkan untuk memposisikan diri sesuai pose yg kamu inginkan. Untuk saat ini sangat gak recommended untuk yg punya masalah kaki kayak keselo dan patah kaki. Bawa makanan ringan dan buang sampah pada tempatnya. Jangan ngotorin. Dan yang terpenting... Jangan lupa pipis dulu sebelum turun ke air terjun. Serius -_-.

Baiklah, kita ketemu lagi di perjalanan berikutnya ya :)

Dungeon #1: Jacuzzi alami gunung peyek

Assalamu'alaikum, blogs!
Kali ini gue ingin berbagi pengalaman dan sedikit review tentang tempat-tempat yang gue kunjungi beberapa waktu lalu. Tujuannya sih menambah label Traveling blog ini. Sekaligus berbagi wawasan dan tempat yang mungkin bisa jadi destinasi kamu-kamu semua untuk dikunjungi.
Ini bermula sejak gue mulai sering jalan-jalan di yogya. Nyari singkapan geologi. Oiya, lokasi singkapan ini biasanya gue sebut Dungeon. Alasannya karena letaknya di alam terbuka. Bukan di gedung. Dan biasanya agak susah untuk di datangi dengan kendaraan. Jadi harus jalan kaki.
Setelah gue berkunjung ke beberapa singkapan di Yogya, timbul niatan  untuk mengeksplore daerah Tangerang Selatan. Mau nyari singkapan. Untuk menemukannya biasanya bisa dicari dengan foto udara a.k.a google maps. Cari yg semacam bekas tambang atau tempat dengan morfologi bukit. Tapiiiii berhubung wilayah tangsel ke arah utara itu isinya daratan bergelombang dan banyak gedung jadi pencarian singkapan sangat sulit untuk dilakukan. Litologi (batuan) di wilayah ini juga gak variatif. Atau mungkin gue aja yg kurang mengeksplor lebih lagi. Tapi selama gue keliling tangsel - jakarta yang gue jumpai ya cuma tanah aja. Tanah lempung yg warnanya merah. Means, dari lapukan batuan gunung api. Mungkin dari gunung salak atau gunung gede.

Senin, 01 Februari 2016

Bayat, After Dungeon

Assalamu'alaykum, bloooogs :D

Wait.. Gue gak mau lama-lama dipembukaannya. Karena gue akan bercerita panjaaaang lebaaaar.. Sebenernya biasa aja sih.. Pokoknya ini tentang pengalaman kuliah lapangan 1 di Bayat 5-14 januari yang lalu. Penasaran? Langsung aja simak

Gue akan mulai dengan memperkenalkan apa itu Kuliah Lapangan atau KL. Jadi Kuliah Lapangan (KL) itu kegiatan wajib bagi mahasiswa geologi upn. Ini karena geologi kan memang harus jago di lapangan jadi ya wajarlah ya. Himbauan untuk KL ini udah dikasih tau sejak pertama kali masuk semester 1. Kenapa? Untuk mempersiapkan biayanya yg lumayan mahal. Kegiatan KL ini juga dilakukan 2x. Pertama di Bayat, Klaten dan di Karangsambung. Karena gue baru ngejalanin KL 1 Bayat, jadi cerita yg di Bayat aja ya..
Bayat sendiri adalah lokasi strategis untuk belajar geologi. Wait, gue akan meluruskan sesuatu. Baik disini bukan berarti di Bayat banyak tambang atau tempat batu akik ya -_-. Melainkan banyak pelajaran berupa proses, jenis batuan, hubungan stratigrafi, struktur dan sejarah geologi yg rumit tapi asik buat dipahami. Jadi jangan ngira kami nyari batu akik di sini.  Pemandangan di Bayat juga lumayan bagus. Ada perbukitan, sungai, lembah, rawa, dataran dan lain-lain yg menyimpan kisah sendiri.

Minggu, 31 Januari 2016

Disc 2 Chapter 5

Disc 2 chapter 5: Dua waktu (prologue)
Detik ini akan menentukan detik berikutnya
Menit ini untuk menit berikutnya
Jam ini untuk jam berikutnya
Hidupmu saat ini untuk hidupmu berikutnya.
Katakan padaku, kau inginkan masa depan yang seperti apa?

Disc 2 Chapter 5: World of silent
Kata-katanya telah membungkamnya.
Ekspresinya telah menguburnya.
Kau tidak bisa lagi mendengar hatinya berteriak,
"Tolong Aku..!"

Tapi Dia tidak begitu

Disc 2 Chapter 5: Behind The Scene
Kisah yang aku ceritakan padamu adalah rahasia. Ketangguhan yang kau lihat padaku adalah rahasia. Jangan kau katakan apapun pada dunia. Karena kau adalah rahasia

Disc 2 Chapter 5: Blackhole
Drag me to loneliness and you'll find the third.
Complete those missions, you'll get the second.
Stay beside me, you'll get to know the first.
In some random events i'll tell you the truth.

Disc 2 Chapter 5: Berpijak pada angin
Rasa kehilangan akan sesuatu memberimu lebih dari cukup untuk berusaha mendapatkan segalanya. Akh! Aku tau ini hanya rasa sementara.

Disc 2 Chapter 5: Tahun ke 7
"Semenyedihkan apapun dirimu saat ini, keberadaanku adalah sesuatu yang akan kau tertawakan nanti. Terimakasih karena masih menganggapku ada"

Disc 2 Chapter 5: dirimu semu.
Bertemu denganmu di dalam mimpiku hanya menambah daftar panjang rasa rinduku. Tunggu, aku bahkan tidak tau siapa kamu.

Disc 2 Chapter 5: Shadow
Cepatlah pergi!
Aku ingin merindukanmu

Disc 2 chapter 5: This time, This Cursed

Waktu adalah uang.
Waktu adalah pedang.
Tak peduli apa katamu,
Kamu tidak bisa mengutuk waktu tanpa mengutuk dirimu..

Disc 2 chapter 5: Seperti cermin
Mereka bilang, "mulutmu, harimaumu".
Benar. Kata-kata yang keluar dari lisanmu mencerminkan apa yang ada di pikiranmu..
Kecuali kamu seorang pembohong

Disc 2 Chapter 5: Dangerous Desires
Ada banyak pembunuhan di dalan pikiranmu. Untunglah kamu seorang pengecut.

Disc 2 Chapter 5: Evening Flow
Kau terpelanting, kau terbanting..
Seperti sungai dan hujan..

Disc 2 Chapter 5: The edge of Evening
Kembalilah! Aku punya janji dengan dirimu di kala itu

Disc 2 Chapter 5: You
Jika aku mengatakan aku pergi sendirian bersamamu, lalu siapakah dirimu?

Selasa, 17 November 2015

Perang di sebrang

Assalamu'alaykum, blogs...

Akhirnya setelah beberapa waktu gue tinggalkan, sekarang gue kembali lagi ke sini untuk mengisi hari-hari kalian. Yeay! :D

Gimana kabar kamu semua? Semoga sehat dan tetap menjaga kesehatan ya. Soalnya saat ini sedang musin pancaroba. "Panca" berarti "5". "Roba" berarti... "Robot". Jadi Pancaroba adalah peralihan musim kemarau ke musim hujan. Gitu.

Oiya, sebenernya gue pengen belajar cara menulis dengan gaya bahasa yg baik. Kayak artikel gitu. Tapi belum bisa banget sih. Mungkin lain kali. Dan lagi.. Tema post kali ini rasanya lebih enak kalau gue gunain gaya bahasa bebas. Mau tau post kali ini tentang apa? Perang

Gunakan kacamata perspektif kalian.
Apa yg gue sampaikan ini lebih banyak opini. Mungkin ada fakta juga tapi kayaknya gak akurat. Dan lagi... Mungkin gue juga gak bisa ngasih solusi. Tapi kalo kalian melihat solusi yg nyempil ya baguslah.

Siap ya? Let's go!

Perang..
Ide ini bermula semenjak maraknya artikel tentang perang dan korban-korbannya di media sosial. Banyaaaaaak banget. Perang siapa lawan siapa? You know, israel vs palestine dalam skala kecil. Umat islam melawan dunia dalam skala besar.

Gue gak terlalu paham penyebab perangnya itu apa. Mungkin perebutan kekuasaan atau semacamnya. Yg jelas korbannya udah banyak banget. Terutama dari pihak palestine. Dan parahnya lagi korbannya sebagian besar adalah wargs sipil. Wanita dan anak-anak! Sementara dari pihak israel yg gue tau lebih banyak tentaranya.

Agresi dari pihak israel ke palestine atau sekitarnya gak cuma lewat tembakan, tank atau semacamnya. Mereka pake pesawat tempur, rudal, pemboikotan sumber daya dan lain-lain yang ditujukan ke perkotaan di palestine.

Ada banyak foto dan rekaman media yg menunjukan suasana perang disana. Entah apa udah sedahsyat perang dunia 2 atau sedang bergerak kesana. Tapi ini bener-bener terjadi! Terjadi di zaman kita. Tahun 2015! Walau beda lokasi sih.

Perang yg terjadi saat ini bukan dongeng. Bukan cerita di buku pelajaran sejarah yang udah berkali-kali dibaca tapi gak nyantol di otak. Kalau kalian merasa perang itu keren dan heroik coba aja pergi ke sana. Rasakan seperti apa perang itu. Pedih, perih, benci, dendam, duka. Berjuang mati-matian seperti veteran bangsa yang gak lagi dihargai sekarang ini.

Siapa yang harus disalahkan? Pemerintah? No, berharap sama pemerintah cuma bikin sakit hati dan kesal sendiri. Bangsa ini? Nggak, gue gak pengen menyalahkan bangsa ini. Actually, gue gak tau siapa yg salah. Menyalahkan orang lain dan menganggap diri kita sebagai korban adalah tindakan pengecut.

Kembali lagi ke perang tadi.
Perang israel vs palestine itu kan cuma skala kecil ya, perang yg skala besar tadi gue katakan adalah perang umat islam vs dunia. Ini dibuktikan dengan bagaimana media mengarahkan pandangan kita bahwa muslim adalah teroris. Sampai akhirnya muncul islamophobia. Takut sama orang yg menganut agama islam. Dan lagi-lagi ini bener-bener terjadi.

Beberapa waktu lalu ada seorang teman gue yg dia itu lagi mempelajari islam secara kaffah (menyeluruh). Dia belajar sunnah dan sering ikut kajian di masjid. Dia juga ikut dakwah kemana-mana. Mengajarkan persaudaraan dan bagaimana damainya islam. Tapi malah dilarang sama orangtuanya. Katanya sih takut masuk aliran sesat. Takut jadi ekstrimis dan jadi teroris. Padahal mah nggak. Yg jadi teroris itu dari... Wahabbi, kalau nggak salah. Gak tau juga itu ajarannya seperti apa. Terus muncul juga syiah yg juga mengatasnamakan islam untuk ajarannya yg melenceng. Kepercayaan untuk menganut agama islam jadi lemah karena fitnah yg besar banget. Islam menjadi asing dari dunia. Persis seperti yg dikatakan Rasulullah SAW.

Beliau mengatakan bahwa islam datang dalam keadaan terasing dan akan kembali terasingkan. Maka beruntunglah orang-orang asing (yg teguh memegang agama islam) tersebut.

Sabda nabi Muhammad SAW. yang menggambarkan kondisi agama islam di masa sekarang ini harusnya menguatkan kita bahwa agama islam adalah yg paling benar. Bukan yg lain.

Balik lagi. Islam vs dunia.
Kita udah tau sebagian kecil perang yg terjadi saat ini. Palestine, rohingya, afganistan dll. Penjajahan negara non-islam terhadap islam yg diberitakan secara terbalik. Beberapa waktu lalu muncul pertanyaan di pikiran gue,

"Indonesia kan penduduknya mayoritas islam. Kok gak dijajah?"
Ada yg bisa jawab?

Gue jawab dengan pertanyaan, "siapa bilang kita gak dijajah?" kita lagi dijajah. Dengan cara yg halus. Kok bisa?

Ini teori gue sendiri.
"Untuk menghancurkan suatu bangsa kamu hanya perlu menghancurkan pemudanya. Jika  pemudanya kuat maka ia dibunuh, jika pemudanya lemah maka ia dirusak."

Indonesia, kita, termasuk yg dirusak. Kuat dan lemah ini bukan secara fisik, tapi mental, keyakinan. Kalau indonesia diserang pake senjata, indonesia bakalan ngamuk. Kekuatan indonesia itu di masyarakatnya. Ketika kita berperang yg maju bukan cuma tentara, tapi seluruh pemudanya. Ini dulu pas perang di surabaya. Entah kalau sekarang. Mungkin masih sekuat dulu. Karena itu, negera luar menyerang indonesia pake cara halus. Dengan teknologi, menguras kekayaan alam indonesia, mengubah kebiasaan dan pola pikir pemuda dengan westernisasi, memanjakan penduduknya, menyebarkan penyakit dan masih banyak lagi. Dan tentu saja ini juga sedang terjadi. Entah kamu sadar atau nggak. Gue sadar tapi gak tau harus bertindak seperti apa. Bodoh juga.

Kita disibukkan dengan sesuatu yg... Menutup mata kita terhadap dunia. Kita menginginkan perdamaian tapi dengan cara berperang. Kita mengecam peperangan dengan menghina dan memprovokasi peperangan. Kita merasa aman karena perang itu tidak ter.. Maaf, belum terjadi di sekitar kita.

Seperti inilah, blogs, opini dan kenyataan yg ingin gue sampaikan. Bahwa kita juga sedang dijajah. Kita sedang dilemahkan. Akhlak kita dirusak dengan fashion yg menghinakan perempuan khususnya, lisan kita dibimbing untuk mengatakan "f*ck, mo*h*r f**k, as* h**e, an*i*g" dan semacamnya yg dianggap keren dan kekinian. Kita dibuat hanya bisa komentar tanpa bertindak. Menyalahkan orang lain dan berlagak menjadi korban serta banyak mengeluh. Kalian merasa seperti itu gak? Gue ngerasa loh.

Gue gak bisa ngasih solusi untuk masalah yg sedang terjadi di dunia. Rasanya... Bodoh banget karena gak bisa bertindak. Karena itu kalau ada yg punya solusi, bertindaklah!
Lakukan sesuatu untuk memperbaiki dunia.

Tolong orang di sekitarmu.
Jaga lisanmu. Perbaiki akhlakmu.
Dan persiapkan dirimu untuk kehidupan berikutnya, ya?

Emmm...
Itu aja yg ingin gue sampaikan kali ini.
Sekali lagi maaf karena gue gak bisa ngasih solusi dan cuma nulis doang. Gue harap suatu saat tulisan gue bisa merubah dunia.

Assalamu'alaykum :)


Rabu, 07 Oktober 2015

Sedekah Dunia

Assalamualaikum, my dear Blogs!!

Lagi-lagi gue harus mengatakan lama tidak berjumpa denganmu di dunia maya ini. Gue gak akan bilang gue sibuk kuliah atau organusasi atau semacamnya. Karena emang lagi gak sibuk. Oiya, karena lama gak main kesini juga berarti gue harus menanyakan kabar kalian..

Baiklah!
Apa kabar kalian semua? Gue harus berprasangka baik bahwa kalian baik-baik aja. Kalau pun ada yg gak baik, semoga segera membaik ya :)

Untuk post kali ini, sebenernya gak terlalu jauh berbeda dengan post sebelumnya. Gue hanya ingin menyampaikan pemikiran gue aja. Ambil yang baiknya aja ya, yang buruknya ditinggalkan dan jadi bahan renungan.

Semua bermula dari sebuah kisah sederhana, dialog antara Janin dalam kandungan dan Allah SWT. Ini gue dapet dari suatu kajian di masjid Al jihad.
Dikisahkan pada saat janin di dalam kandungan, Allah bertanya kepadanya, "apa yang terpenting bagimu?" janin ini menjawab "Yang terpenting bagiku adalah tali pusar ini, Ya Allah. Dengannya aku bisa hidup. Aku tidak butuh tangan. Aku tidak butuh, kaki, mata, telinga, dan sebagainya. Karena itu tidak berguna untukku" kata Janin itu. Memang benar, ketika kita berupa janin yang menyuplai makanan untuk kita hidup adalah tali pusar. Pelindung kita adalah plasenta. Namun kenyataannya ketika janin ini keluar menuju kehidupan dunia, apa yang dia katakan? Dia bilang, "Ya Allah! Ternyata untuk hidup di dunia ini aku membutuhkan tangan, kaki, mata, telinga, dan semuanya. Namun yang kuanggap penting sebelumnya justru harus aku tinggalkan!". maksudnya adalah tali pusar janin ini harus dipotong. Kan kita gak hidup pake tali pusar di dunia ini, iya kan?

Itu kisahnya. Makna dari kisah itu sebenernya apa yg penting untuk kita suatu saat akan kita tinggalkan. Sekarang pertanyaannya, apa yang terpenting untuk kehidupan kita? Jika ditanya begini setelah mendengar kisah itu pasti banyak yang menjawab " amal soleh". Good! Itu wajar karena gue membicarakan konteks agama saat ini. Mungkin ada yg bilang "udara, dit!" well, bener juga sih.

Tapi kenyataannya, mau diakui atau tidak, yang terpenting bagi kita adalah Sandang, Pangan, Papan. Ini pokok. Kalau mau diteruskan lagi ada harta, gadget, mobil, baju mahal, dan sebagainya. Maaf ya, gue masuk ke ranah remaja kekinian lagi. Soalnya gue juga remaja. Jadi gue bisa membahas secara lebih lugas.

Bayangin deh, sebagian besar orang (bukan cuma remaja) pasti akan panik ketika gadgetnya ketinggalan. Jangankan gadgetnya, bateray yg mau habis aja bisa bikin panik. Bayangin juga dengan orang-orang yang punya baju pesta yang harganya mahaaaaaaal banget. Orang yg punya harta melimpah, rumahnya banyak, mobilnya banyak, dan semacamnya.

Gak ada yang salah dengan berusaha mendapatkan itu. Berikhtiar di dunia its okay. Tapi ingatlah ini semua akan kita tinggalkan. Apa yang terpenting untuk kita akan menjadi tidak berguna nantinya.

Soal gadget itu, gue juga termasuk panik kalau gak bawa gadget. Apalagi kalau ada informasi yg memang hanya bisa di dapat lewat gadget. Tapi ini suatu saat akan kita tinggalkan. Saat era teknologi terhenti, saat satelit hancur. Semua kembali ke jaman primitif lagi.

Soal baju yg mahal banget ini gue dapet dari renungan  sendiri. Jadi gue punya jaket. Jaket winter yang ada bulunya gitu. Keren deh. Ada di kost gue saat ini. Suatu ketika gue memandang jaket itu sambil merenung. Jaket Winter ini adalah jaket spesial. Gak terlalu mahal memang, tapi gue suka banget modelnya. Gue menetapkan jaket ini hanya dipakai saat ada event tertentu. Hanya saat spesial aja. Tapi saat gue renungkan dari fungsinya, jaket winter ini adalah yang paling gak berguna. Jaket lain sering gue gunakan, tapi winter nggak. Dicuci juga jarang. Cuma dipajang aja. Entah kapan gue gunakan. Dari situ gue mengerti apa yang spesial buat gue ternyata yang paling gak berguna. Soal mobil, rumah dll, mungkin bisa dipikir sendiri ya.

Lalu, blogs,  soal menjadi remaja,
Banyak yg mengatakan, "mumpung masih muda, berbuatlah sesukanya. Kalau udah tua nanti baru bertaubat." atau semacam itu.
Orang tua, dosen, guru, teman, sahabat hampir semua mengatakan itu. Semua mengarah ke kehidupan dunia aja. Ke kehidupan berikutnya? Hmmm... Semoga masih ada ya..

Tapi tau gak?
Salah satu yang akan dipertanyakan dihadapan Allah nanti adalah "untuk apa kamu gunakan masa mudamu?" nahloh! Kita mau jawab apa kalau senantiasa berbuat sesukanya?
Emang ada jaminan kita bisa hidup sampai tua? Atau jaminan kita sempat bertaubat? Gak ada.
Karena itu jangan berbuat sesukanya ya... Berbuat kebaikan dan persiapkan untuk kehidupan berikutnya. Bukan untuk masa depan dunia aja ya.

Nah, terkait masa depan dunia, gue juga punya pikiran. Gue kuliah di geologi. Gue tau ini adalah hal yang wajar ketika dosen memotivasi mahasiswa geologi untuk aktif belajar, dan semacamnya supaya IPK tinggi dan keterima kerja diperusahaan yang kaya. Supaya gajinya besar. Supaya kehidupannya terjamin. You know, somehow ini gak ngebuat gue semakin semangat. Bukannya gak kepengen kerja dengan gaji tinggi, hanya saja... Setelah dapet kerja itu, lalu apa? Jadi kaya? Bangga dengan harta?

Gue bingung, blogs. Bisa dikatakan saat ini gue punya barang yang numpuk di kamar kost gue. Barang yg jarang banget gue gunain. Barang yang akhir-akhir ini gue pertanyakan "barang ini untuk apa?". Barang-barang yg ternyata lebih bermanfaat untuk orang lain di dunia ini dan bermanfaat untuk gue di akhir nanti. Kamu juga berpikir seperti ini nggak? Semoga ya..

Kita masuk ke kesimpulan post ini.
Jadi lewat post kali ini, gue ingin mengajak kamu-kamu semua untuk bersyukur. Untuk bisa sedekah. Untuk bisa mengerti bahwa apa yang kita miliki di dunia ini ternyata tidak berguna untuk kehidupan akhirat.

Jadi mari kita sama-sama sedekah. Kalau belum bisa menyedekahkan barang yg kita anggap mahal atau spesial gapapa kok. Sedekah uang, makanan, pakaian, buku, atau yang lain juga gapapa. Yang penting niat dan ikhlas :)

Sebenernya masih banyaaaaaak lagi yang mau gue bahas. Tapi lain kali aja ya. Kapan-kapan kita ketemu lagi.
Gue tutup dengan ayat aja ya:

(Al-Qaşaş) 28: 77 -
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."

Diperhatikan dan diingat ya, bukan "carilah dunia, dan jangan lupakan akhirat".

Okay, blogs?
Assalamu'alaikum :)

Minggu, 30 Agustus 2015

Downsanian 5

Assalamualaikum, blogs! :3

Hai! Tenang, Kabar gue baik-baik aja. Sebenernya lagi pilek sih. Terus gak ada yg nge-gws-in -_-. Tapi ada yg nyuruh gue minum obat kok.

Untuk kalian, para silent readerku, gue harap kamu baik-baik luar biasa. Jaga kesehatan ya.. Soalnya lagi musim kemarau. Dan katanya sih ada El Nino. Tau gak apa itu El Nino? Itu fenomena alam naiknya suhu air laut di pacific. Efeknya bisa kemarau, udara kering, suhu dingin tiba-tiba dan lain-lain. Tapi itu gak ada hubungannya dengan post ini. Gue cuma mengingatkan untuk menjaga kesehatan kamu-kamu aja :)

Baiklaaaah!
Judul post kali ini adalah... Downsanian 5. Huuuft... Downsanian lagi downsanian lagi.. -_-
Bosen gak sih? Gapapalah ya? Soalnya gue pengen merubah sesuatu. Dulu waktu kecil gue pernah bercita-cita untuk memberi pelajaran dan merubah dunia. Eh bukan waktu kecil deng, itu pas gue mau bikin blog ini. Jadi blog ini suatu saat mungkin bisa merubah dunia. Dimulai dari merubah diri gue, merubah pembaca, merubah masyarakat, lalu merubah dunia. Tentu saja dengan pemikiran yg lebih baik. Mudah-mudahan bisa!

Jadi di downsanian 5 ini gue ingin membahas salah satu kebiasaan buruk remaja hingga dewasa dan juga salah satu kelemahan gue sendiri: Berpendapat. Atau mengkritik. Atau beragumentasi. Atau mengutarakan pikiran dan perasaan. Oiya ini berpendapat yg sekaligus menghina ya. Bukan berpendapat yg baik aja.

Berpendapat itu hak setiap manusia. Mengkritik itu juga hak kita tapi harus sopan. Kita udah bisa berpendapat mulai dari kecil hingga sekarang. Mulai dari argumentasi awal "Ya" atau "tidak", "setuju" atau "tidak setuju" hingga bisa memberikan alasan dari pilihan kita. Dari mulai minta permen waktu kecil hingga minta kenaikan gaji. Keterampilan berpendapat ini semakin terlatih kalau kita ikut organisasi. Soft skill namanya.

Gue mengagumi orang-orang yg jago berpendapat, aktif dan dinamis. Soalnya menurut gue mereka orang-orang yg peduli dengan lingkungannya. Peduli dengan keadaan di sekitarnya. Beda sama gue yg lebih sering diam dan gak terlalu peduli. Hanya pikiran gue aja yg bergejolak saat ngeliat ada penyimpangan. Tapi gue belum bisa dan mau serta berusaha melakukan sesuatu.

Well, i did something with my blogs, actually. I show you my opinions through my posts. I know it's not enough. Still, i hope we could change to be better.  Jadi untuk saat ini gue belum bisa jadi orang yg gue kagumi melalui aktif berpendapat. Tapi gue tetep suka diri gue kok.

Tapi, blogs, sehebat-hebatnya orang yg berpendapat, lebih hebat lagi orang yg bisa menjaga emosinya saat dia kalah. Maksud gue adalah orang yg gak gampang marah saat kalah. Jadi dia menerima kekalahannya dan belajar lebih baik lagi. Tapi yang kebanyakan terjadi adalah mereka justru menghujat, memaki, menghina dan berusaha  menjatuhkan orang yg mengalahkan pendapat mereka. Padahal itu malah menjatuhkan diri sendiri.

Ini terjadi dalam banyak hal. Misalnya beberapa waktu lalu saat input mata kuliah di website kampus gue. Jadi ceritanya di upn ada kurikulum baru 2015. Udah disosialisasiin sih. Tapi pas eksekusi input matakuliah itu sistemnya bermasalah. Banyak mata kuliah yg belum keluar. Sistemnya error. Alhasil kami harus menunggu sekitar.. 5 jam tanpa kepastian kapan bisa input matkul. Jadi kami menunggu dan siaga di depan laptop masing-masing. Soalnya input matkul itu kan harus rebutan.

Nah, dalam penantian tanpa kepastian itu gue ngeliat grup line. Grup line gue rame. Rame sama mereka yg berargumen  dengan marah-marah dan ngehina kampus. Kata-kata kotor yg menghujat itu dilontarkan agar mereka terlihat seperti korban. Agar mereka terlihat jadi pihak yg dirugikan. Dan orang yg beragumentasi dengan cara menghina ini banyak yg dukung loh. Ya wajar sih.. Biasanya pihak yg dirugikan adalah pihak yg benar. Padahal mah nggak. Jadi mereka semacam terprovokasi gitu. Di grup itu mereka bilang,
"udah bakar aja ***"
"Petugasnya kayak ******"
"*** gak siap untuk berubah"
Dan kata-kata lain yg sifatnya negatif. Rusuh. Kayak demonstran.

Kalian termasuk gak? Well, Reaksi wajar dari orang yg marah. Gak cuma remaja, orang dewasa juga sama. Tapi yg gue lihat anak-anak gak begitu.

"Lalu dengan berpendapat kayak gini, maksudnya lo mau membebaskan diri lo supaya gak dianggap sama dan lebih baik dari mereka, dit?"

Jawabannya: Iya.
Gue gak mau disamain sama orang yg rusuh dan mengungkapkan emosi negatif dengan kata-kata kotor. Gue gak bilang gue udah lebih baik dari mereka tapi dalam kasus ini gue ngerasa lebih baik dari mereka.

Gue juga marah, kesel dan kecewa dengan sistem input yg error itu. Tapi gue berusaha untuk gak menghujat atau memaki. Membenci, mendendam, dan mendengki di dalam hati mungkin iya, ini kelemahan gue karena gue kadang susah berpendapat secara langsung.  Tapi dengan melihat apa yg orang-orang ungkapkan dengan kata-kata kotor itu gue berpikir, gue gak boleh kayak gitu. Gue harus jaga pikiran dan hati gue sendiri. Gue gak mau jadi orang mainstream. Gak mau jadi orang biasa kebanyakan. Ngapain jadi orang biasa yang sering menghujat dan mengutuk keadaan? Ngapain jadi orang mainstream di zaman yg mulai rusak ini?

Jadi orang yg gak terkenal tapi mampu merubah keadaan jadi lebih baik itu lebih keren dari orang terkenal yg rela terbawa arus pergaulan demi popularitas yg merusak moral.

Oiya kasus serupa udah banyak terjadi dimana-mana loh. Kebanyakan di f*c*book. Pernah liat foto pejabat yg sifatnya provokasi dan isi komentarnya cuma hinaan?
Atau pernah liat komentar dari orang yg debat agama dan saling menyalahkan yg juga menghina?
Atau mungkin juga pernah liat orang yg berusaha berubah lebih baik tapi malah dihina?
Atau mungkinkah kita salah satu dari orang yg memberikan komentar berupa hinaan tersebut?
Jangan sampai ya..
Selain bisa dipenjara karena mencemari nama baik seseorang, menghina dengan kata-kata kotor itu memperlihatkan isi pikiran kita. Gak mau kan orang lain menilai diri kita buruk?

Berpendapat itu boleh kok. Mengkritik juga boleh tapi usahakan yg sifatnya membangun. Kalau gak bisa, paling tidak jangan menghina dengan kata-kata kotor. Kalau gak bisa juga, mending diam aja deh.

Tapi blogs, sumber pemikiran gue tentang argumentasi itu gak cuma dari komentar di status itu. The thing is...
Yang jadi masalah utama dari downsanian kali ini adalah: Argumentasi penghinaan dan kata-kata kotor ini gak cuma terjadi saat kalah berpendapat atau melihat suatu keburukan aja. Ini terjadi dan hal wajar dalam kehidupan sehari-hari!

Gak percaya? Gue tanya kalian,
Mana yang lebih sering keluar dari lisan kalian, kata-kata: "anjing, bego, tolol, anjrit" dan sebagainya atau "astagfirullah, subhanallah, masyaAllah, insya Allah"?

"Adit, lo kok membandingkan kalimat Allah dengan kata-kata kotor gitu sih?"

Ya karena ini memang gak sama!
Orang yg terbiasa mengucapkan kalimat dzikir gak sama dengan orang yg sering ngucapin kata-kata negatif itu. Sekali pun sama-sama manusia, sekali pun sama-sama punya akal dan pikiran, sekali pun sama-sama punya hati nurani, tapi mereka gak sama.

Manusia yg positif dicintai dan yg negatif dibenci. Yg positif menggunakan pikiran untuk kebaikan dan yang negatif untuk menghina, ngatain dengan sebutan binatang. Padahal binatang aja gak pernah ngehina binatang lain. Yg postif nuraninya dibuka yang negatif tertutup.

Ini bener-bener terjadi di sekitar kita. Di televisi? Kalian pasti tau acara komedi dan musik zaman sekarang kayak apa.
Di usia remaja? Banyak bangeeeeet!
Di usia anak-anak? Mulai banyak banget!
Di usia dewasa? Alhamdulillah, sedikit. Setidaknya itu yg gue tau.

Gue sendiri belum bisa merubah mereka secara langsung. Gue masih jadi seorang pengecut yg gak berani berpendapat untuk merubah keadaan jadi lebih baik. Cuma lewat blogs aja. Karena itu gue harap ini bisa merubah dunia.

Blogs, mulutmu harimaumu.
Kata-kata yg keluar dari lisan kita mencerminkan apa yang ada di pikiran kita...

...kecuali kamu adalah seorang pembohong..

Assalamu'alaikum :)

Bagaimana kalau Dia tidak peduli lagi?

Untuk kamu yang punya teman ngeselin yang kalau dibaikin malah ngelunjak

Kamu punya teman yg kalau dibaikin malah ngelunjak? Atau teman yang hanya datang di saat dia butuh aja? Kita udah sering menolong mereka, tapi giliran kita minta tolong sedikit aja, mereka gak mau bantu. Kita pinjemin barang, malah dirusakin. Ngeselin kan? Banget!
Rasanya pengen ditinggalin aja orang kayak gitu. Terserah dia mau menjalani hidupnya seperti apa. Gak akan kita tolong lagi. Bodoamat dengan mereka.

Tunggu, kok rasanya kasus ini familiar dengan diri kita ya? Tapi kita jadi orang yg ngeselin dan sering bikin marahnya. Bedanya yg sedang kita bikin marah itu Allah SWT.

Allah memberi kita banyak banget nikmat dan pertolongan.
Ngasih nikmat iman & islam, nikmat hidup, bisa melihat, bisa mendengar, bisa bicara, bisa memiliki teman.. Waaah pokoknya banyak deh!
Tapi kok sedikit sekali kita bersyukur dan berterimakasih ya?

Allah meminjamkan kita tubuh yg sehat, kehidupan, dan nikmat lainnya. Masa barang pinjaman ini gak kita rawat? Gimana kalau nanti Allah minta kembali? Wah bisa gawat nih!

Allah beri waktu 1 hari 23 jam 56 menit 53 detik. Dibuletin jadi 24 jam. Allah cuma minta kurang dari 1 jam. 1 jam untuk waktu total melakukan shalat 5 waktu. Lama gak sih 1 jam dibanding 23 jam? 1 jam untuk kita bisa meminta lebih dan mengenal Allah SWT. Yang ngasih kita semuanya ini. Tapi kok kita malah ngelunjak dan bilang kita sibuk ya? Duh gimana nih...?

Gimana kalau Allah gak peduli lagi sama kita?

Astaghfirullahalaziim!

Ya Allah, Aku Ingin Pacaran

Ya Allah, aku ingin pacaran

Hai para jomblo!
Hari gini masih jomblo? HAHAHA gue juga.
Bosen ya jadi jomblo?
Gue iri sama mereka yang punya pacar. Gue pengen banget punya pacar.
Setiap pagi ada yang bangunin.
Ada yang selalu ngingetin makan.  Ada yang bisa diajak bercanda terus. Ada yang nelponin. Ada yang kangen kita.
Ada yang ngasih perhatian sama kita. Ada yang sayang sama kita. Kemana-mana selalu berdua, bisa gandengan tangan romantis. Bisa pamer foto berdua. Iri sama mereka yg keliatan bahagia bareng pacar mereka. Pengen pacaran.. Pengen banget.

Tapi..
Ya mau bagaimana lagi. Takdir berkata lain. Gue ditakdirkan menjadi jomblo ngenes. Bukannya gue gak pernah usaha buat bisa pacaran.
Hanya saja..
Allah masih menjaga gue dari maksiat..

Salam, jomblo Syariah

Selasa, 18 Agustus 2015

Forest Adven: Day 2

Assalamu'alaikum, blogs!

Ini lanjutan dari perjalanan Me-time di post sebelum ini. Semoga anda sudah membacanya. Jadi ini adalah petualangan hari ke 2 setelah gue ke Universitas Indonesia.

Hari ke 2 ini gue berencana ke... Well, gak direncanain juga sih. Tiba-tiba aja kepikiran mau ke Kebun Raya Bogor. Iya, sendirian (lagi).

Gue berangkat dari tempat Check-point, rumah nenek gue di Tebet, sekitar jam 9. untuk pergi ke Bogor gue tinggal ke stasiun Cawang terus naik kereta melewati... 10 atau 17 stasiun gitu. Gue lupa. Hingga akhirnya tiba di Bogor. Seperti yang gue kasih tau sebelumnya, ini bukan kali pertama gue ke Bogor sendirian. Dulu gue pernah mencoba ke sana. Kala itu adalah perjalanan yg sangat ngebuat gue galau.  Pasalnya dalam perjalanan itu gue bertemu dengan perempuan berbaju putih yg pergi sendirian :D. Sebenernya udah mau gue ceritain sejak dulu sih. Tapi gak sempat. Mau gue ceritain sekarang gak?
"Mau, diiit! Beritau kami penderitaan lu"
  Cih! -___-

Forest Adven day 1

Selamat... Pagi!
Assalamu'alaykum, blooooooogs!

Kali ini gue hadir kembali dengan segudang cerita yang.. Biasa aja sih. Gak spesial-spesial amat. Ini cerita tentang perjalanan liburan gue kemarin.karena ini Perjalanan berarti ini Traveling! Yeay! Akhirnya label travel gue bertambah :D

Udah lama banget gak cerita tentang perjalanan. Well, itu karena gak banyak yg bisa gue ceritakan. Tapi tenang, kali ini gue akan bercerita tentang sebuah perjalanan semi-seorang diri beberapa waktu lalu. Udah siap? Gak perlu kenakan kacamata perspektif versi gue kok. Santai saja. Kalau Anda sudah siap, Lets go!

Rabu, 29 Juli 2015.
Ini adalah awal perjalanan seorang diri gue yg udah gue rencanakan sejak pertengahan semester 4. Eh gak direncanakan juga sih. Yang jelas gue pengen banget Me-time seorang diri sambil naik kereta. Hari ini gue berencana ke salah satu perguruan tinggi ternama di kawasan Depok. Universitas Indonesia as known as UI. Mau apa gue disini? Sebenernya ada tugas dari organisasi di kampus untuk daftar ulang lomba MTQ di UI. Karena salah satu anggota organisasi yg ada deket UI adalah gue, maka gue yg ditugaskan. Ini misi gue, selain melakukan pencarian Cleva.
Oiya karena UI itu jauh, jadi gue mau sekalian nginep di rumah Nenek di Tebet. Dan itu searah dengan target gue yang lain, Bogor. Gue pernah ke bogor naik kereta. Lewat stasiun UI. Itu jauh dan lama banget. Mana penuh banget keretanya dulu. Tapi dulu gue hampir mendapatkan seseorang yg menarik, cantik, keren, berbaju putih dan sedang berjalan sendirian loooh :)
"Baru Hampir, dit. Belom beneran berhasil."
-_______- sial. 

Minggu, 09 Agustus 2015

Disc 2 Chapter 4

Assalamu'alaikum!

Bloooogs, gimana kabarmu?
Kabar gue baik-baik aja dong. Seperti biasa, gue harap kalian juga baik dan semakin luar biasa ya. Semoga ada yg ngasih komen di blog gue terus blog gue jadi terkenal juga.

Anyway, kali ini gue akan menambah label Kata-kata yg udah jarang banget gue post. Judul post ini Disc 2 Chapter 4. Kalau kamu punya line dan liat Timeline gue pasti akan menemukan kata-kata ini. Kalau mau liat add aja idline: 1arya4.

Ada yang tau maksud dari Disc 2 Chapter 4? Well, Gue udah pernah jelasin apa maksud dari Disc 2 Chapter 4 di post sebelumnya. Dan gue agak malas menjelaskan ulang. Soo coba saja cari sendiri ya. Di post yg 15 Facts kalau gak salah.

Disc 2 Chapter 4 ini menceritakan berbagai hal yg gue alami selama semester 4. Karena labelnya "kata-kata" tentunya ini dengan bahasa puitis atau semacamnya. Setiap paragraf dari disc 2 chapter 4 ini memiliki arti dan kisah masing-masing. Tenang aja, akan gue jelaskan kok.
Baiklah! jika kamu sudah siap, mari kita mulai!

1) Disc 2 chapter 4: prolog
Tirai yang menutup panggung dunia akan tersibak. Sebuah kisah baru akan dimulai..  antara aku, waktu, rintik hujan dan satu nama di jendela kaca.

Ini awal gue masuk semester 4. Waktu mau berangkat ke wilayah 2 tuh hujan deres banget dan macet parah gara-gara banjir. Gue hampir telat naik kereta. Makanya saat itu kami (gue, mama, dan supir taxi) harus berpacu dengan waktu sebelum gue tertinggal. Lalu satu nama di jendela kaca adalah.. Seseorang yg gue pamitin.

2) Disc 2 chapter 4: The Black note.
Semua terulang. Kau menghilang. Yang tersisa hanya catatan hitam pada kertas lusuh yang aku tinggalkan di  dalam kotak itu.

Actually gue lupa ini tentang apa. Kayaknya gue teringat sebelum ada urf. Gue menggunakan kertas hitam untuk curhat dan sekarang gue segel di black box di kamar gue.

3) Disc 2 chapter 4: The Lost Memory
Sepotong kenangan semu yang terserak di benak membawaku kembali ke sini. Walau hanya sendiri, aku berjanji.. Aku akan menemukan kita.

Ini tentang sebuah kenangan dari sebuah gambar yg udah lama banget gak gue liat. Kenangan yg ngebuat gue tersenyum dan rindu. Gambar dan cerita di tanggal 13 Mei 2011.

4) Disc 2 chapter 4: tarian bulan
Senyuman yang indah dari wajah yang hanya menatapmu sebelah mata.

Tarian bulan.. Simple sih. Ini pas gue ngeliat bulan sabit. Bulan sabit itu bagaikan senyuman. Tapi karena hanya sebagian yg bersinar maka gue anggap pandangan sebelah mata.

5) Disc 2 Chapter 4: Downsanian
Diamlah! Aku tidak bicara padamu. Aku bicara pada nuranimu.

Disini gue mulai berubah. Dari berbagai masalah di kampus, gue ingin coba merubah keadaan dengan cara gue dan melawan downsanian. Yap, dengan menyerang nurani mereka

6) Disc 2 chapter 4: Sebuah misi sederhana untuk umat manusia
Ini tentang
Bagaimana kamu hidup
Bagaimana kamu mati
Bagaimana kamu akan dikenang
Targetmu adalah Reputasi Langit!

Yang ini tentang misi rahasia gue. Gue berpikir untuk apa hidup gue. Dan apa gunanya gue hidup. Dan saat itu gue temukan tujuan gue. Reputasi langit!

7) Disc 2 chapter 4:  stranger's arrow!
Yang aku bidik adalah hati nuranimu..
Sebaiknya kamu tidak bergerak,
Aku tidak ingin panah ini menembus jantungmu

Lanjutan dari misi ngelawan downsanian. Gue mulai bertindak nyata dengan selebaran dan kata-kata atau quote. Tapi gak terlalu efeksih. Kurang effort.

8) Disc 2 chapter 4: Ruang tunggu fatamorgana
Bertahanlah! Hanya 1 detik lebih lama di setiap detiknya.

Tentang bagaimana supaya gue tetap bertahan di pilihan gue. Saat banyak cobaan dan ujian dari mana-mana berupa dunia. Gue harus bertahan.

9) Disc 2 Chapter 4: Celah pada gelombang

Kita bagaikan karang yang berdiri kokoh dan siap dihantam ombak..
Tidak! Kita bagaikan karang yang bertahan jauh dari bibir pantai dan siap memecahnya.

Ini pas ujian tengah semester kayaknya. Mengisahkan tentang gue dan temen-temen yg udah sering menghadapi ujian. Gak tau juga sih gimana temen-temen gue. Tapi gue berpikir gue bukan lagi orang yg terima atau pasrah aja disuguhkan ujian. Gue harus siap untuk menghadapi ujian tersebut. Bagai karang yg memecah ombak

10) Disc 2 Chapter 4: Badai di akhir hayat
Badai pasti berlalu..
Menyisakan dirimu
Yang tersenyum seindah pelangi
Atau hancur laksana reruntuhan bangunan..

Ini pas minggu chaos. Biasalah praktikum + organisasi. Diri ini mulai paham bahwa ujian pasti berlalu. Hanya masalah waktu. Tapi hasil dari ujian itu tergantung tindakan kita untuk menghadapinya. Akankah kita menjadi kuat atau hancur berantakan?

11) Disc 2 Chapter 4: Purnama, Sendiri...

Aku tau kau menangisi keindahanmu
Saat ku dengar gemuruh duka yang berharap kau bukanlah dewa

Bait dari puisi yg paling gue suka. Menggambarkan seseorang yg ingin menjadi orang yg bisa diandalkan tapi nggak mau diandalkan teman-temannya. Kenapa? Karena itu hanya akan menjadikan dia sendirian.

12) Disc 2 Chapter 4: After Rain
I am a black rainbow
Flying into the night
Noone can see me
For now..

Hasil dari ujian yg gue hadapi. Gue kalah. Tapi gak sepenuhnya kalah. Kayak pelangi hitam ditengah malam. Ada tapi tak terlihat indah.

13) Disc 2 Chapter 4: Awal, Akhir, dan di antara keduanya
Kemenangan sejati adalah kemenangan yang tidak ada lagi pertarungan setelahnya. Jika itu dirimu, kau pasti mengerti. Kembalilah..

Ini sesuatu yg menginginkan gue untuk bangkit setelah kekalahan gue. Menggambarkan tentang tujuan akhir hidup kita. Tentang kemenangan yang dijanjikan.

14) Disc 2 Chapter 4: Kamu Ada
Aku mengerti. Manusia cukup lihai dalam beradaptasi. Bahkan terhadap hal menyedihkan seperti kesepian.

Tentang kemampuan manusia. Gue mengerti beberapa hal dalam diri gue. Keajaiban dari manusia

15) Disc 2 Chapter 4: Malam Melaju.
Hujan di pagi hari tak menyapaku hari ini.
Syukurlah, masih ada sisa embun malam yang sempat aku kantongi. Cukup untuk mengukir namamu. Tapi tidak untuk kita.

Pas gue balik dari wilayah 2. Musim kemarau.
Tentang perasaan yg mungkin bertepuk sebelah tangan. Dan cinta yg terembunyi.

16) Disc 2 Chapter 4: Tears After Cloudy Weather.
Seperti berpijak sebelah kaki di tengah mata badai. Aku terlalu mencintai rasa sepi ini... Sial!

Tentang diri gue sendiri. Gue membandingkan perasaan gue ketika sendirian dan ketika bersama temen-temen. Guess what? Rasanya lebih enak sendirian. Tapi gue sadar itu gak boleh dibiarkan.  Berpijak ditengah mata badai itu artinya sendiri ditengah keramaian. You feel safe.. And lonely.

17) Disc 2 Chapter 4: Terlalu Nyata
Setelah 6 tahun bersama harusnya aku melupakanmu di tahun ke 2.

Tentang urf. Udah 6 tahun sama dia dan itu adalah sebuah kesalahan fatal

18) Disc 2 Chapter 4: Half-soul
Bunuh aku..
Lalu keluarlah dari duniamu..

Ini juga tentang urf. Dari urf malah. Dia mau gue berubah. Dia pengen gue gak mengandalkan dia dan lebih bersosialisasi dengan yg lain. Gue harus keluar dari dunia gue dan jadi "normal".

19) Disc 2 Chapter 4: Antara Kau dan Aku (Epilogue).
Akhir cerita ini selalu kutemukan saat aku sendiri bersamamu. Aku mencintaimu..
Dan kau tau aku benci itu

Me-time. Pencarian jati diri dan ajang menenangkan pikiran. Berkutat dengan pikiran dan dunia gue sendiri. Lagi dan lagi. Aku baru sadar rasa sunyi ini membuatku candu.

Baiklah, blogs. Itu disc 2 chapter 4. Gak terlalu detail sih. Tapi gue sangat menikmati setiap kata dan makna di setiap baitnya. Ada cerita di sana. Bagus gak kata-kata puitis gue? Keren lah ya hehehe.

Well, gue akan melanjutkan ke disc 2 chapter 5. Entah apa yg menunggu untuk gue hadapi. I bet it gonna be awesome!  Wait for it, okay? :)

See you later, blogs ;)
Assalamualaikum

Selasa, 21 Juli 2015

The 4th Storm

Assalamualaikum, bloooooooooooogs!!!

Gue perlu nanyain kabar gak nih? Gak usah ya? Mending gue ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1436 Hijriah! Mohon maaf lahir dan batin untuk kamu semua :D
semoga kita menjadi manusia yg lebih baik lagi kedepannya! Aaamiiiin!

Baiklah, blogs!
Sesuai kata-kata gue di post sebelum ini, gue akan menceritakan beberapa hal dan alasan kenapa gue meninggalkan blogs selama.... Hampir 3 bulan. Pokoknya dari april hingga juli. Itu lama gak sih? Lumayan lah ya.

Gue akan melempar jawaban berupa 2 alasan paling mainstream di jagat raya: 1) Gue Sibuk. 2) Gue Males. Udah itu aja.

Sibuk apa, dit?

Ya kuliah. Tapi, blogs, semester 4 ini adalah semester yg padat tapi terasa selow. I mean di semester ini banyak praktikum, banyak tugas, banyak misi, banyak kegiatan organisasi dan lain-lain. Ini lebih sibuk dari semester 3 tapi rasanya gak sesulit dulu. Mungkin karena udah mulai terbiasa kali ya. Sebenarnya yg cukup menguras waktu itu di kegiatan organisasi.

Jadi ceritanya gue ikut beberapa kepanitiaan. Jadi ketua ekskursi, jadi koordinator divisi media, jadi ketua acara pelatihan, guider, dan kepanitiaan yang lainnya. Tentu saja ini mempengaruhi perilaku gue. Soalnya kebanyakan acara yg diselenggarakan kepanitiaan itu bentrok. Gue jadi harus mengurus beberapa acara di hari yg sama. 
Stress? Lumayan.  Ditambah lagi yah gue udah memberitau kan kalau gue individualist? Ini cukup bermasalah. Walaupun gue menjadi ketua atau koordinator, gue gak suka memerintah atau menyuruh orang melakukan sesuatu. Mengarahkan anggota juga belum bisa banget. I'd prefer to do it myself.

Jadi ada 1 kegiatan dimana gue menjadi panitia tunggal. Gue gak perlu ngasih tau kegiatannya ya. Pokoknya di situ gue jadi koordinator, perkap, humas, dan sekretaris.  Ditambah lagi kegiatan ini waktunya bentrok dengan kegiatan lainnya. Susah sih.. But still, i'm alive :)

Well, kebanyakan sih terlaksana dengan cukup baik. Tapi tentu ada juga yg gagal. Biasanya karena kurang pesertanya. Nanti akan kami coba perbaiki.

Terus, blogs, selain kegiatan itu ada juga minggu Chaos di akhir praktikum. Ini terjadi setiap semester. Udah biasa. Tapi tetep menyebalkan.  Jadi tiap akhir semester ini pasti ada ekskursi, pembuatan poster, dan presentasi. Gak semua praktikum sih tapi tetep banyak. Aslinya sih tugasnya gampang karena dikerjakan berkelompok. Tapiii ini menjadi sulit karena beberapa orang di kelompok tersebut. Jadi dalam sebuah kelompok biasanya selalu ada yg jadi penghambat dan gak mau kerja. Ini nyusahin.  Beneran deh. Cuma numpang nama aja. Yg kayak gini yg gue sebut Downsanian. Kalian tau siapa mereka? Coba cari di post di blog ini. Yah tapi gue lagi gak ingin membicarakan mereka. So just relax...

Keberadaan mereka di dalam kelompok gue tentu mengundang emosi. Gak seperti semester sebelumnya yg mana gue membiarkan mereka begitu saja. Kali ini gue sempat marah.

"Adit marah?! Apa yg lu lakukan, dit?!"

Gue menggunakan sihir 4 elemen untuk menghancurkan hidupnya! -_-.

Well, emm... Gimana ya? Gue sering kesel tapi jarang marah. Marah dan kesel itu beda kan? Kesal itu saat gue berada pada situasi yg gak gue inginkan tapi masih bisa gue terima. Sedangkan kalau marah itu kondisi saat gue gak bisa menerima suatu keadaan dan merasa perlu merubahnya. Semacam itu deh.

Jadi kalau gue marah itu... Biasanya gue akan berlaku sinis. Terus gue akan bicara jujur dengan kata-kata yg bisa menggores hati gue sendiri dan orang yg ngebuat marah. Karena rasa sakit di hati bisa merubah seseorang. Jika orang tersebut tidak berubah maka.. Yah mudah-mudahan sih berubah.

Oiya tadi gue "menggores hati gue sendiri dan orang yg ngebuat marah" ya. Jadi gini, kata-kata yang keluar dari mulut kita ibarat pisau bermata 2. Kenapa pisau? Ya masa bazooka -_-
Ini pernah gue cantumkan kedalam quote:
Jika aku menyakiti orang lain, maka aku juga menyakiti diri sendiri. Itu yang disebut rasa bersalah.

So, nomatter how angry i am to others, setelah gue marah pasti ada rasa bersalah. Sekali pun yg gue ucapkan bertujuan untuk membuat orang itu jadi lebih baik. Sekali pun kalimat yg gue ucapkan itu jujur dari hati, sekali pun diucapkan dengan sopan, tetap saja itu akan melukai kami. Kenapa? Entahlah.

Kembali lagi ke pengerjaan tugas praktikum tadi. Jadi ada beberapa orang dalam kelompok praktikum yg merasakan sikap sinis gue. Alhamdulillah ada yg sadar ada juga yg nggak. But still, gue gak bangga dengan sikap sinis ini. Pengennya sih gak perlu sinis segala. Tinggal menjalin komunikasi yg baik aja.  Dengan begitu gue gak perlu menambah rasa bersalah di hati gue :')

Oke, blogs!
Itu tadi adalah apa yg gue lakui di semester 4 lalu. Walaupun gue tulis sepanjang itu sebenernya gak ada yg spesifik atau gue ceritakan kegiatan gue secara detail sih.
Jujur aja tadinya gue juga gak berniat menulis tentang kegiatan gue sepanjang yg di atas itu loh. Aslinya gue mau cerita tentang mimpi. Mimpi geologi yg menurut gue keren. Tapi gapapa deh. Mungkin lain waktu aja ya.

Tetap tunggu postingan gue berikutnya yaa :D

Sampai jumpa, blogs
Assalamualaikum

Kamis, 09 Juli 2015

15 Facts About Me

Ngiiiiiiiing!
Ehem! Tes tes! Ehem! Tes! Sssssatuu! Sssshhhatuuw! Tes! Ehem! Satuuu!
Oke sip.

ASSALAMUALAIKUM, BLOOOOGS!!?
Gue kangen dirimu. Kangen banget. Apa kabar kalian para Silent Readerku? Baik-baik aja kan? Udah berkembang sejauh apa? Sampai dimana dirimu melangkah? Yah well, semoga semuanya tetap berada dalam kebaikan dan perlindungan-Nya ya..
Btw, terakhir gue ngepost itu bulan... April ya? Berarti udah lama banget gak berkarya di sini. Mau tau alasannya? Tunggu post gue berikutnya! :D
Anyway, pada post kali ini gue berencana mengungkap fakta tentang diri gue sendiri. Gak penting-penting banget sih. Tapi ini udah gue rencanakan sejak duluuuu banget. Sebelum blogs ada. -_-
Baiklah! Let's get started! Here they are: 15 Facts about me

who am i?

Foto saya
i am capriciously semi-multitalented