Sabtu, 07 September 2013

From History to Story

Selamat malam, blogs :D

Assalamu'alaikum.

Sudah lama sekali ya gue gak posting. Maaf ya, gue sibuk di wilayah 2 ini. Sibuk apa? Banyak. Kuliah, main, istirahat, makan, tidur dan lain-lain. Pokoknya sibuk deh. Jadi gak ada waktu buat post lagi.

Apa kabar kalian? Yang dari wilayah satu gimana? Yang jauh di sana baik-baik aja kan? Ya, semoga kalian semua baik-baik aja ya.

Anyway, kali ini gue belom mau cerita tentang wilayah 2 ini. Masih gak mood. Kali ini kita bahas cerpen aja ya? Oke deh. Simak yap!

Yang suka baca cerpen gue mana suaranyaaaaaa?! "Krik krik krik".
yang udah ngevote buat award cerpen gue mana semangatnyaaaa?! "..........." -___-.

jadi, blogs, masa gak ada yang ikutan voting cerpen gue -_-. Ada sih tapi cuma 1 orang. Mana bisa dijadiin award. Karena itu awardnya akan gue batalkan secara objektif. Sebagai gantinya, gue sendiri yang akan memilih award buat cerpen gue sendiri.

tapi sebelumnya, gue mau bahas cerpen gue satu per satu dulu.
Dimulai dari....

Dream World Adventure.
Ada yang udah baca? Inilah cerpen pertama gue.  Cerita tentang dunia fantasy yang pingin gue wujudkan. Kalo udah baca, DWA 1 itu beneran dari mimpi tapi seri berikutnya adalah imajinasi.

Dream World Adventure ini menceritakan petualangan  seorang anak yang super imajinatif di alam mimpi bersama teman khayalannya. Anak ini punya misi untuk mengalahkan Pandemonium. Apa itu Pandemonium? Gue gak tau -_-. Pokoknya itu sejenis penguasa kegelapan gitu deh. Nah, untuk mengalahkan Pandemonium ini, si anak harus mempelajari Lucid Dream, tehnik untuk mengendalikan mimpi.

karena DWA itu cerpen peetama gue, kalian pasti bisa ngeliat gaya penulisannya yang masih gak konsisten. Kadang gak jelas juga dengan semua sihir yang gue tulis.
Kalo gue baca lagi sekarang sih fak seru. Tapi waktu gue  dulu nulis sambil imajinasiin itu, sumpah, seru banget! Lebih asik dari harry potter -_-. Andaikan kalian bisa liat imajinasi gue..... kalian mungkin pingsan -__-. Dream World Adventure ini aslinya ada 8 seri. Tapi yang gue post cuma 7. Males ngelanjutinnya. Lagian gaya penulisan gue terlanjur berubah jadi ya udahlah. Kalian aja yang imajinasiin sisanya.

Berikutnya ada.....

Di Bawah Langit.
Tau, kan? Ini salah satu cerpen terkenal *hoek* gue. Cerpen pertama yang gue masukan unsur puisi di dalamnya. "Daun yang jatuh tidak pernah membeci angin," ini kata-kata gue ambil dari judul novel. Tapi gue gak pernah baca novelnya.

Di Bawah Langit bercerita tentang Me, laki-laki pendiam nomaden yang berteman dengan You, seorang perempuan cantik berambut panjang yang menyukai puisi. Kenapa namanya Me dan You? Karena gue gak jago nyari nama buat character gue -_-. Itu bagian paling malesin. Lagian emang tadinya Me itu adalah gue kok.

Coba deh perhatikan adegan awal cerpen ini adalah Me yang sedang termenung di pinggir sungai. Ini gue ambil dari pengalaman gue waktu kelas 10 di kampung Naga. Waktu gue memperhatikan suara aliran sungai dan orang-orang gak ada yang ngerti. Inspirasinya cuma itu doang. Sisanya imajinasi gue yang bekerja.

Rangkaian puisi yang gue tulis di cerita ini juga asli bikinan gue loh. Keren ya? Pastinya B). Terus pesan moral yang ingin gue sampaikan pun udah jelas ya? Itu jadikan tersurat di awal dan gue tegasin lagi di akhir cerita. Yaitu, apa pun yang terjadi dalam hidup kita, kita gak boleh nyalahin takdir. Ya gitu deh. Oiya, kabarnya ini jadi cerita paling menyedihkan yang pernah gue bikin. Bener gak menurut kalian?

lalu yang ketiga ada....

Ridiculove.
Awalnya judul cerpen ini adalah "As Ours" tapi ini jelek. Karena cerita ini mengandung sedikit unsur kejahilan maka gue rubah jadi "ridiculove". Tokoh utamanya adalah Al dan Aria. Al adalah cowok kreatif yang jail banget. Kontras dengan Aria, seorang perempuan polos.

Sifat Al yang jahil ini diambil dari pengalaman gue waktu SD. Pengalaman yang mana, dit? Yang sms temen sekelas dan ngaku sebagai cewek. sumpah ini gue lakuin waktu kelas 6 dan ini menggegerkan angkatan gue. Sampe walikelas gue pun ikutan penasaran -_-.

Gue dulu ngaku sebagai Nia, cewek misterius kelas 6 sd, yang ngajak kenalan teman-teman gue. Itu sampe diajakin ketemuan loh bahkan diajakin pacaran -____-. Gue sempet dicurigain juga dan hampir ketauan. Kalau udah begitu, gue tinggal bilang gue juga disms sama cewek namanya Arisa -___-. Dan mereka pun percaya. Dasar otak anak sd -_-.

gue suka alur cerita ridiculove ini. Walau gampang ketebak. Gue suka sifatnya Aria yang polos lugu gitu. Dan berharap bisa nemu perempuan macam ini di dunia nyata juga -_-. Lalu, berdasarkan voting dari satu orang itu, ridiculove memenangkan kategori Ending Terbaik :D selamat!

keempat ada......   Apa sih?
High and Low ya? Iya, tokoh utamanya adalah Fizan, seorang anak biasa kelas 2 SMA. Atau 3 ya? Kayaknya sih 2. Dia bersekolah di SMA favorit tapi merasa sekolahnya gak layaj disebut favorit. Fizan bertemu dengan Nita, seorang gadis populer di sekolahnya. Fizan harus menghadapi berbagai macam persepsi orang disekitarnya karena Nita. Bahkan persepsi terhadap dirinya sendiri.

High and Low ini gue ambil dari persepsi gue tentang kisah pasangan yg beda golongan. Ini kayak Ftv sih. Kaya sama miskin atau Kota dan desa. Ya taulah.

Dari semua cerita gue, High and Low ini yang paling gue suka gaya bahasa penulisannya. Apalagi pas bagian akhir Nita nangis di taman itu. Kata-kata Nitanya keren banget.

Next..
You, Me and Dandelion's dance.
Lanjutan dari 'Di bawah langit'.
ini menceritakan kisah You dan Me yang sudah beranjak dewasa. Ada karakter baru yaitu Ginta sama Alfi. Ginta adalah seorang cowok sastra indonesia seperti You. Ginta ini tertarik sama You. Keliatan dari sikapnya dia. Tapi cintanya bertepuk sebelah tangan.

"Kenapa bertepuk sebelah tangan, dit?"
terserah gue dong  kan gue yang nulis -_-.

Alfi seorang gadis ceria yang asik gitu. Hobinya minum air putih. Gak tau kenapa. Mungkin biar sehat. Dia ini sahabatnya You sama Ginta. Dia menyadari perasannya Ginta ke You. padahal aslinya... mungkin dia punya perasaan juga ke Ginta.

Dalam cerita ini, pelajaran berharganya lumayan banyak. Tertulis di bagian akhir. Di sini gue mau ngungkapin sudut pandang gue tentang kehilangan seseorang.
Juga tentang "hidup ini bukan perlombaan siapa yang paling menyedihkan kisah hidupnya. Tapi siapa yang bisa menemukan kebahagiaan sekecil apapun di tengah kesedihannya," ya semcam itulah.

Oiya, puisi-puisinya gimana menurut kalian?
"Aku adalah hitam.. bagai bayangan yang memperhatikanmu dari sisi gelapku.
Dan aku hanyalah hitam..
Bagai bayangan yang berharap kau jatuh dan menemani sepiku," :)

Berikutnya, Sebuah Misi Sederhana.
ini kisah nyata. Pengalaman gue sendiri. Dari mulai beli komik, cukur rambut, sama debat itu. Tapi donor darahnya sih belom. Gak jadi karena suatu hal.
Tukang cukur yg ada di cerita itu beneran. Waktu cukur, biasanya dia suka "mendoktrin" gue tentang umat manusia. ini menarik. Soalnya dari semua penjelasan dan cerita dia, gue belajar buat lebih peduli ke sesama.

Blogs, lanjut di post berikutnya ya

Rabu, 14 Agustus 2013

First Region Ends


 Assalamu'alaikum, Blogs :)

Ini adalah  Post terakhir yang akan gue posting dari wilayah gue saat ini. Wilayah Banten.
Jadi karena itu, gue harus nanyain kabar kalian nih.

Apa kabar semuanya? Plis, jangan jawab "LUAR BIASA!!!" -_-. Ini norak banget.
Oke, udah baca judulnya 'kan?
Post ini akan menjadi salam perpisahan gue dengan wilayah ini beserta isinya. Jadi mungkin agak melow unyu menye gitu :3 -___-.
Baiklah. 

Kamis, 08 Agustus 2013

Too Much Love Will Kill Love

assalamu'alaikum, blogs :)
Tunggu, gue gak mau nanya kabar kalian. Udah cukup gue menanyakan itu pada kalian dan kalian gak pernah nanyain kabar gue -_-. Dasar gak perhatian!

Post kali ini gue mau melanjutkan pembahasan tentang.... HL-key. Udah baca kan? yang tentang pacaran itu loh. Nah, gue mau bahas ini lagi. 
Simak yap!

Gini, blogs, semua ini berawal dari 1 pertanyaan besar yang akhir-akhir ini mengganggu pikiran gue. Pertanyaan besar yang ngebuat gue harus menggeledah masa lalu. Gue mencari jawaban dari pertanyaan ini di kenangan-kenangan gue tapi gak gue temuin. Tau gak pertanyaannya apa?
"kapan terakhir kali gue mengucapkan 'i love u' atau mendapat ucapan itu?"
udah, itu doang pertanyaannya. Dan gue.... harus mikir berulang kali untuk mencari jawabannya -_-.
Menurut perhitungan gue, jawabannya adalah sekitar... Emm.. mungkin 5 tahun yang lalu -_-. Ngenes? nggak sih. gue gak ngerasa ngenes.

Rabu, 07 Agustus 2013

Lonely Winter: End of Dream

Aku tiba di stasiun kota. Stasiun yang sangat aku kenali dengan sejarah pertemuanku dengan seorang gadis dari mimpiku.

Entah kenapa aku kembali ke tempat ini. Sendiri tanpa tempat tujuan untuk melanjutkan. Untuk bernostalgia? Tidak. Aku rasa aku hanya ingin ada di sini. Ya, seorang diri di tempat ini.
Tapi mana mungkin? Stasiun kota selalu saja ramai. Orang-orang berlalu-lalang melewatiku yang hanya berdiri termenung. Tak ada yang bertanya tentang apa yang aku pikirkan. Tak ada yang peduli. Aku sendiri ragu mampu menjawabnya seandainya benar ada yang bertanya. Kenapa? Aku tidak tau. Pikiranku terlalu penuh sehingga terasa kosong.

Lonely Winter: Tears 2

Gelap. Pandanganku hitam pekat. Tubuhku terbujur kaku di pinggir jalan. Diam mati rasa. Aku berada di ambang batas kesadaran. Apa aku akan hidup kembali? Atau aku akan tertidur untuk selamanya?
Aku dengar langkah kaki orang-orang. Samar-samar aku dapat melihat mereka mendekat. Mereka memanggilku di sela-sela dengung yang masih mengganggu telinga.
"Kamu gapapa?" Tanya salah seorang yang mendatangiku.
Aku tidak menjawabnya. Dadaku terlalu sesak untuk bicara saat ini.

Aku lihat keadaan sekitar. Orang-orang berkerumun di depan mobil sedan yang menghantamku. Apa mereka meminta tanggung jawab dari sang pengemudi? Tidak. Kulihat ada jasad yang terbaring di depan sedan itu. Jasad seorang perempuan yang sangat aku kenal.

Lonely Winter: Batas kesadaran


Waktu menunjukkan pukul 20.27
Kami memutuskan untuk kembali ke stasiun.

Malam cerah di ibu kota. Gemerlap lampu di sepanjang jalan menghiasi jalan yang kami lalui. Ditemani suara hiruk pikuk kendaraan yang masih berlalu-lalang bersaing dengan lantunan lagu anak jalanan yang menengadahkan tangan penuh iba. Berharap kepingan receh dari sebagian mereka yang bahkan tak sudi menatapnya. Inilah ibu kota. Tempat yang keras dengan orang-orang yang tidak lagi peduli sesama. Aku pun begitu. Untuk saat ini.

Lonely Winter: Broken Promise

"Soal pacar itu... gue bohong,"
Pernyataanku barusan mengejutkan Cleva lebih dari sebelumnya.
"Sebenarnya gue nggak pacaran. Gue cuma pura-pura,"
"... Kenapa?" tanya Cleva.
"Karena gue gak boleh jatuh cinta sama lo, Clev,"
Entah apa yang dia pikirkan setelah kujawab pertanyaannya dengan sesuatu yang menurutku sangat konyol.
Sejenak keheningan merajai di antara kami.
".... Begitu ya," kekecewaan terdengar dari nada bicara gadis itu.
Sebenarnya aku tidak tega membongkar kebohonganku hanya dari mendengar suaranya barusan. Namun aku tetap melanjutkan dan mengakhiri ini semua.
"Lo inget janji kita di malam tahun baru?"

who am i?

Foto saya
i am capriciously semi-multitalented